Selanturnyane

Himsa

Himsa adalah perbuatan yang tidak suci seperti halnya menyakiti, menyiksa ataupun membunuh mahluk hidup secara sewenang-wenang sebagai salah satu perbuatan asubha karma yang bertentangan dengan ajaran ahimsa dari panca yama brata dalam rangka pengendalian diri untuk dapat mencapai kesempurnaan rohani dan kesucian bathin.

Dengan budi pekerti yang secara terus menerus dipahami dan dikembangkan umat manusia maka disebutkan;
Bila saja setiap orang dapat membina hubungan yang harmonis dengan Sang Maha Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa dengan mengikuti segenap ajaran-Nya, maka sesungguhnya akan memancar kasih sayang kepada sesama manusia bahkan kepada segala mahluk hidup (sarvaprani hitankara).
Perbuatan-perbuatan menyakiti, menyiksa atau apalagi membunuh yang dilaksanakan seperti halnya disebutkan dalam sad atatayi, nantinya disebutkan akan berdampak sang jiwa akan lahir di alam ini dengan kesengsaraan berkepanjangan yang dalam document pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti seperti yang diunggah dalam scribd.com disebutkan terlahir mungkin saja tidak akan kembali menjadi manusia
  • Bisa saja menjadi binatang, pohon atau mungkin bisa menjadi batu. 
  • Namun apabila terlahir kembali menjadi manusia, mereka yang sebelumnya pernah membunuh orang, kelahirannya akan menjadi orang yang hina dan umurnya tidak panjang.
Ada beberapa penyebab orang berani melakukan kejahatan pembunuhan.
Tetapi secara umum teridentifkasi penyebab pembunuhan itu terkadang karena dendam, cemburu, motivasi harta atau uang terutama dalam kasus perampokan, motivasi politik, dan menderita kelainan jiwa.
Mengingat begitu buruknya akibat dari melakukan pembunuhan, maka Agama Hindu memberikan jalan yang terbaik agar terhindar dari niat untuk melakukan pembunuhan, sebagai berikut:
  • Selalu mendekatkan diri dengan Sang Hyang Widhi, para dewa, dan leluhur melalui berbagai media upacara keagamaan. Puja Tri Sandya setiap hari jangan diabaikan karena akan dapat menghapuskan kegalauan hati akibat banyaknya masalah dalam kehidupan. 
  • Serius mendengarkan, memahami, dan melaksanakan ajaran Guru, terutama Guru Rupaka, Guru Pengajian, dan Guru Wisesa.
  • Lakukan tirta yatra secara teratur mungkin setahun sekali. Ini penting karena Kitab Suci Sarasamuscaya menganjurkan agar umat Hindu melakukan Tirta Yatra. 
    • bisa bertemu dengan orang suci dan menambah wawasan sehingga tidak merasa diri paling menderita di dunia ini. 
      • Keuntungan bertemu dengan orang suci yaitu sangat besar sebagai berkah utama, keuntungan dapat menyentuh orang suci bisa menghapuskan dosa, kalau melaksanakan ajaran orang suci, maka akan mendapatkan surga. 
      • Dengan demikian, niat kejam untuk membunuh orang akan hilang setelah melakukan tirta yatra bersama keluarga atau teman-teman.
  • Rajin mengikuti kegiatan keagamaan, seperti latihan Dharmagita, latihan tarian keagamaan Hindu, latihan gambelan, darma wacana atau darma tula. Dengan latihan seni upacara keagamaan seperti menari dan menabuh gambelan, maka akan terasah rasa estetika yang ada di dalam diri. 
    • Budi akan semakin halus, perilaku akan semakin berkarakter karena otak kanan kita terlatih baik. 
    • Dengan mengikuti latihan kehalusan budi, maka keraguan akan keberadaan Sang Hyang Widhi dan hukum karmaphala sama sekali tidak ada.
    • Kalau sudah yakin dengan hukum karma (atau karma phala), maka niat untuk membunuh dengan cara apapun akan hilang dengan sendirinya sehingga akan terhindar dari akibat buruk Sad Atatayi tersebut.
  • Perhatikan teman dekat kita. Hindari bergaul dengan para pemabuk, penjudi, pencuri, apalagi dengan pembunuh. 
    • Pergaulan itu sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan kita. 
    • Apabila lingkungan kita buruk, maka perilaku kita akan mempunyai kecenderungan buruk.
  • Olah raga dan istirahat secara teratur karena didalam tubuh yang sehat akan bersemayam juga jiwa yang sehat ("Men Sana In Corporo Sano"; Sauca)
  • Lakukan tapa, brata, yoga, dan samadi dengan tertib. 
    • Tapa artinya pengendalian diri, 
    • brata artinya puasa mengendalikan makan dan minum, 
    • sedangkan samadi artinya konsentrasi pikiran. 
    • Seperti halnya setelah ulat bertapa di dalam kepompong, kemudian bisa terbang menjadi kupu-kupu. Buah-buahan, misalnya mangga dan jeruk sengaja dikeringkan dulu agar buahnya lebat dan manis. 
      • Begitu juga hendaknya manusia, setelah melakukan tapa brata dan samadi dengan baik, maka kecerdasannya akan bertambah, kharisma dan wibawanya menjadi terpancar. Bagi yang wanita, kecantikannya dari dalam akan muncul. 
      • Terkadang, orang-orang sukses itu, mereka yang selalu melakukan tapa, brata, dan samadi dari zaman ke zaman. 
      • Dengan demikian, niat untuk membunuh menjadi tidak ada dan merasa sia-sia.
  • Latihlah melakukan kebaikan. Hal ini nampaknya sederhana, tetapi melakukan kebaikan harus dilatih dari hal-hal yang kecil sampai hal-hal yang besar. 
    • Mulai dari mematikan kran setelah memakai air, membuang sampah di tempatnya, membantu orang yang memerlukan pertolongan, dan menyumbang darah ketika ada korban perlu darah dalam peristiwa bencana alam.
  • Dalam Kitab Sarasamuscaya dinyatakan, mereka yang selalu melakukan kebaikan akan terhindar dari bencana walaupun berada di atas tebing yang curam, berada di hutan belantara ataupun di dalam perang. 
    • Hal ini terjadi karena investasi atau tabungan karma baiknya itu yang memberikan perlindungan secara ajaib ketika musibah mengancamnya.
    • Ini adalah cara agar terhindar dari niat untuk melakukan pembunuhan.
  • Hidup harus sejahtera dan Veda sangat menganjurkan umat Hindu dan umat manusia pada umumnya untuk selalu hidup makmur, damai, dan sejahtera. Artinya, 
    • Agama Hindu sama sekali tidak menyukai kemiskinandan kebodohan. 
    • Veda diturunkan untuk menuntun manusia agar tidak bodoh, 
      • karena kebodohan adalah sumber bencana yang sesungguhnya. 
    • Veda menganjurkan umat manusia rajin belajar agar pandai. 
    • Veda juga menganjurkan agar umat manusia hidup hemat agar bisa kaya, karena kekayaan menjadikan kita bahagia. 
      • Kita dapat membantu orang yang memerlukan bantuan dengan kekayaan baik berupa harta benda maupun uang. Ini merupakan tabungan karma baik yang kelak pasti berbuah manis. 
      • Apabila hidup sudah kaya, makmur, sejahtera dan sehat lahir batin bersama keluarga dan tetangga, maka pasti tidak akan ada niat untuk membunuh. 
      • Jadi dengan menjadi kaya dan sehat lahir batin, kita akan terhindar dari dosa sebagai akibat buruk untuk menyakiti, menyiksa dan melakukan pembunuhan.
***