Tahukah Anda ? *) Pencarian data

Estetika

Estetika artinya rasa keindahan yang ditanamkan melalui unsur seni sehingga suatu objek tersebut akan memiliki kharisma dan daya tarik tertentu.
Karena dalam keyakinan,
Rasa keindahan yang terlihat dapat memupuk tumbuhnya budi pekerti (etika) dalam tingkah laku.
Sehingga nilai estetis akan terus dikembangkan sebagai rasa menghargai keindahan dalam seni dan budaya dalam hati umat Hindu Dharma.
Seperti dilihat dari dimensi budaya, sebagai tempat suci, sebuah pura sesungguhnya juga merupakan “pusat budaya”. 
Karena rasa estetis, rasa menghargai keindahan akan terus dipupuk oleh aktivitas budaya yang dilakukan dalam kegiatan upacara yadnya di Pura. 
Aktivitas budaya tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari segala aktivitas keagamaan. Nilai estetis atau nilai seni memang benar-benar dibina dan dikembangkan dalam aktivitas keagamaan di Pura. Misalnya :
  • Suara gamelan (panca nada) dan kidung-kidung suci, 
  • Warna-warna bunga dan berbagai macam bentuk sesajen, 
  • Bangunan atau arsitektur pura dengan segala ukiran-ukirannya, 
  • Malah seluruh bangunan Pura adalah sesuatu “barang” seni, suatu estetika, demikian pula warna-warna kain (wastra) sebagai penghiasnya.
Memang kita ketahui, bahwa para seniman Hindu mempunyai pandangan bahwa seni adalah wujud persembahan
Maka apabila mereka mendapat kesempatan mewujudkan rasa seninya di Pura, mereka pun mewujudkannya secara maksimal karena mereka ingin mempersembahkan sesuatu yang terbaik. 
Seni memang telah manunggal dengan aktivitas keagamaan di Bali, terlebih lagi dalam aktivitas keagamaan di Pura; seni suara, seni tari, seni lukis, seni pahat, seni sastra dan yang lain adalah integrated dengan aktivitas keagamaan agama Hindu. 

Ketika Piodalan segenap umat Hindu berkumpul di Pura, mereka membicarakan, mempersoalkan berbagai persoalan hidup dan kehidupan yang menyangkut kepentingan bersama. 
Di Pura mereka mempunyai kesempatan untuk bertukar pikiran, saling mengenal satu dengan yang lainnya. 
Karena Pura juga adalah tempat pelipur duka lara, tempat menunjukkan segala isi hati atas peristiwa yang menimpa dirinya kepada Tuhan. 
Dengan pergi ke Pura terasa lebih dekat dengan Tuhan, akibatnya hati merasa terhibur karena bergaul dan berkumpul dengan sahabat dan kawan. Di Pura juga tempat para filosof dan pujangga memohon inspirasi kepada Tuhan Yang Maha Esa. 
Sebab dikala pikiran tidak mampu lagi menuangkan segela gagasan yang baik tentang rahasia alam, akhimya Pura menjadi tempat untuk mendapatkan inspirasi baru.
Demikianlah dikutip dalam kajian Acara Agama Hindu oleh Ni Made Sukrawati disebutkan : 
Bahwa seni yang tertuang dalam beberapa karya estetis adalah suatu jalan penyucian dan juga jalan pembebasan bagi umat Hindu untuk dapat mendekatkan diri dengan Tuhan.
***