Aja Were

Salokya Mukti

Salokya Mukti artinya kebebasan moksa yang telah dicapai oleh atman untuk menyelesaikan sisa-sisa putaran karmanya yang diayomi oleh Dewa Brahma sebagai pembinaan untuk melanjutkan evolusi kesadarannya kepada tingkat kesadaran yang lebih tinggi.

Ketika kematian tiba bagi seorang sadhaka dan atma-nya dapat mencapai dimensi Mahar Loka secara mandiri, maka pencapaian ini di dalam ajaran Hindu disebut sebagai Salokya-Mukti bagi sang roh...
  • Mukti berarti lepas atau bebas, salokya berarti “tinggal di alam surga yang sama”. 
  • Disebut salokya atau “tinggal di alam surga yang sama” karena sang atma tinggal pada sebuah alam di dimensi alam semesta suci tingkat kedua atau Mahar Loka, di bawah perlindungan seorang dewa atau dewi mahasuci tingkat tinggi pengayom alam tersebut.
Mahar Loka adalah dimensi tingkat pertama alam-alam samadhi para orang-orang suci. 
Di alam ini para dewa-dewi memiliki wujud fisik seperti manusia, tapi yang wujudnya sangat indah bercahaya keemasan, sangat tampan [dewa] atau cantik [dewi], dengan dunia yang juga sangat indah.
Sang atma akan merasakan kedamaian yang luas dan dalam, yang berpusat pada kejernihan bathin dan pancaran sifat welas asih.
Ini tentunya berbeda dengan kebahagiaan di dimensi alam-alam Svarga Loka dimana kebahagiaan berasal dari kesenangan sentuhan, kesenangan pikiran, kesenangan makanan, kesenangan pendengaran dan kesenangan wujud.

Sang atma yang mencapai dimensi alam ini siklus samsara-nya telah berakhir [tidak dilahirkan kembali ke alam marcapada] dan akan menyelesaikan sisa-sisa putaran karmanya di alam ini. Serta di alam ini juga membina diri untuk melanjutkan evolusi kesadarannya kepada tingkat kesadaran yang lebih tinggi. 

Dimensi alam-alam semesta suci tingkat kedua atau Mahar Loka ini terdiri dari berbagai alam-alam suci. Artinya ada banyak alam-alam suci di dimensi ini.

Alam suci tingkat yang tertinggi di dimensi Mahar Loka ini adalah Brahma Loka. Pengayom dan pelindung-nya adalah Dewa Brahma
Dalam wujud fisiknya beliau menampilkan diri sebagai dewa yang berwajah empat atau catur muka. Brahma 
Loka ini terdiri dari tiga mandala.
Mandala luar diisi oleh para dewa-dewi yang semasa hidupnya adalah para yogi yang taat bersadhana. Di mandala luar dari Brahma Loka ini para dewa-dewi bersikap dalam posisi meditasi di angkasa raya. Ada yang duduk bersila dalam padmasana, ardha-padmasana, sukasana, siddhasana, ada juga yang dalam posisi tadasana [berdiri], savasana [berbaring terlentang], dsb-nya.
***