Sadhaka

Kata ''sadhaka'' artinya orang yang mampu melakukan sadhana yaitu merealisasikan atau mewujudkan kesucian dharma pada dirinya.

Kata sadhaka berasal dari kata sadhana yang artinya kegiatan merealisasikan dharma dalam diri.
Kalau sudah berhasil barulah disebut sadhaka.
Sedangkan Pandita atau sulinggih Tri Sadhaka pada saat diselenggarakannya Tawur Kesanga memuja untuk memohon kepada Tuhan agar seluruh umat manusia dituntun,
  • untuk tidak berbuat sesuatu yang dapat,
  • mengotori akasa, 
  • kebersihan lapisan atmosfir, dan 
  • kesejahteraan sarwaprani.(ref).
Juga dalam pelaksanaan Yadnya Rahasia, disebutkan bahwa ketika ada orang yang menghujat, menyakiti, merugikan, dan yang jelek-jelek lainnya, kita tidak bereaksi apapun kecuali diam,
  • tersenyum, dan 
  • memancarkan 
    • welas asih, dan 
    • kebaikan. 
    • Itu semua sudah mengurangi penderitaan orang lain.
Dan bagi para sadhaka dia malah akan memberikan lebih, untuk membuat para mahluk lebih berbahagia.

Dalam beberapa lontar dan kitab suci disebutkan seperti berikut :

  • Dalam Lontar Siwa Sasana, penggunaan kata-kata "sadhaka" dang upadhyaya sering benar, kadang-kadang berselang-seling. 
    • Semuanya menunjuk pada seseorang yang melaksanakan hidup kerohanian sebagai pandita.
  • Tersebut dalam Lontar Wrehaspati (wrhaspati) Tattwaada tiga jalan menuju Sang Hyang Wisesa Paramartha, Tuhan Yang Maha Esa, yaitu Yoga yang dalam kutipan sadaka / sulinggih, Bhujangga Dharma Indonesia disebutkan terdiri dari:
    • Jnanabhyudreka (mengerti ajaran tattwa),
    • Indriyayogamarga (tidak terikat oleh indra),
    • Tresnadosaksaya (dapat menghilangkan pahala perbuatan).
  • Sementara itu, Yoga Nidra disebutkan bersumber dari Upanisad yang juga diperuntukkan bagi para sadhaka, seperti seorang yogi” dengan tetap menjaga kesadarannya.
***

Daftar Bacaan Terlengkap & Terpopuler di Bali