Wastra

Wastra adalah kain berwarna - warni yang memiliki makna dan simbol tersendiri.
Masang wastra berarti menghiasi setiap pelinggih dengan tedung, umbul-umbul dan kain-kain tertentu menjelang menjelang hari raya maupun pelaksanaan upacara yadnya dan piodalan.
Di Bali, wastra juga biasanya disebut sebagai busana/pengangge, khususnya wastra dalam penggunaan pelinggih yang dalam Piagem Besakih perihal Padma Bhuwana disebutkan pengertian dari simbol warna wastra atau pengangge pelinggih tersebut yaitu :
  • Hitam artinya tanpa sifat atau manusia tidak mungkin melukiskan sifat-sifat Tuhan Yang Mahakuasa itu. 
  • Putih kuning artinya Tuhan sudah menunjukkan ciri-ciri niskala untuk mencipta kehidupan yang suci dan sejahtera. Putih lambang kesucian dan kuning lambang kesejahteraan. 
  • Merah melukiskan keberadaan Tuhan sudah dalam keadaan krida sebagai Tri Kona. Dalam hal inilah Tuhan sebagai Siwa bermanifestasi menjadi Tri Murti dalam mencipta, memelihara dan mempralina.
Sedangkan makna warna kain putih sebagai simbol kesucian disebutkan seperti halnya dalam penggunaan wastra yang digunakan dalam pelinggih Surya sebagai pesaksi dalam setiap upacara yadnya.
    ***