Tuhan

Tuhan adalah hyang maha tunggal dan esa adanya sebagaimana tercantum dalam falsafah negara kita yaitu pancasila sebagai pedoman luhur yang wajib di ta’ati sebagai warga negara yang baik.
Karena keyakinan akan adanya eksistensi Tuhan Yang Maha Esa juga akan dapat memperkuat jati diri dan kepercayaan diri kita sendiri untuk menuju kehidupan yang sejahtera tentram, adil, aman dan sentosa.
Pahamilah secara cerdas wahyu Tuhan lalu bandingkan dengan tafsir-tafsirnya.
Sehingga kita berharap bahwa apa yang kita percayai itu memang benar adanya.
Seperti halnya tercantum dalam Panca Srada sebagai dasar ajaran keyakinan umat Hindu untuk meyakini adanya Tuhan untuk mencapai tujuan hidup di dunia ini dan akhirat kelak.
Agama ibarat langit suci yang teduh dan melindungi kehidupan ini.
Masyarakat juga disebutkan hendaknya kembali kepada basic value atau basic principle yang merupakan nilai-nilai dasar dalam kehidupan ini. 
Dan sewajarnya saat ini, nilai-nilai dasar itu harusnya bersumber pada agama yang kita yakini sendiri dan juga berdasarkan falsafah negara kita yaitu pancasila sebagai pedoman luhur yang wajib di ta’ati dan dijalankan oleh setiap warga negara Indonesia untuk menuju kehidupan yang sejahtera tentram, adil, aman, sentosa.
Dalam Ajaran Ketuhanan yang ternuat dalam lontar-lontar tattwa di Bali yang disebutkan sebagai intisari kebenaran yang sejati pada Tuhan seperti disebutkan :
  • Siwatma adalah Tuhan sebagai jiwa semua makhluk.
  • Dengan delapan sifat kemahakuasaan Beliau yang disebut dengan Asta Aiswarya.
  • Esa adanya yang juga disebut dengan Sang Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa, Maha Tunggal dan tidak ada duanya;
    • Ekam Sat Vipra Bahuda Vadanti
      • Tuhan itu hanya satu; 
      • Tetapi orang bijaksana (para maharsi, Nabe dll) menyebutkan dengan berbagai nama.
    • Dalam Hindu Dharma disebutkan, Tuhan dipuja sebagai "Hyang" dari aspek - aspek kehidupan yang dirasa kehadiran-Nya sangat dihayati oleh hambanya.
    • Tuhan dihormati atau dimuliakan sebagai obyek dalam pemujaan yaitu dengan cara sembahyang yang bertujuan untuk :
      • Menghormati dan mengagungkan kebesaranNya selaku pencipta dan penguasa alam semesta.
      • Sebagai pengakuan diri bahwa pada hakikatnya manusia adalah mahluk yang sangat lemah.
      • Sebagai permohonan maaf dan pengampunan atas segala dosa yang pernah dilakukan dalam hidupnya.
      • Menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas segala waranugraha-Nya.
      • Memohon perlindungan-Nya agar dijauhkan dari segala bahaya maupun cobaan hidup.
      • Menemukan suasana kedamaian lahir dan bathin.
  • Tuhan bersifat Awikara berarti Beliau yang maha sempurna, tidak laki-laki ataupun perempuan namun dapat menciptakan alam ini dan semua mahluk hidup yang ada didalamnya.
  • Tuhan juga disebut Maha Suci, yang pada hakekatnya :
    • Memuja Tuhan Yang Maha Esa akan mencapai kebahagiaan.
    • Dengan persembahan suci seperti penggunaan nasi penek sebagai lambang dari "keteguhan atau kekokohan bhatin dalam mengagungkan Tuhan".
Dengan keberadaan dimana-mana dan meresapi setiap ciptaanNya, Tuhan juga disebut dengan Sarvagatah dimana dalam mantra sembahyang sehari-hari diucapkan sebagai berikut ini :
Om Asato mà sadyamayatamaso mà jyotir gamayamrtyor mà amrtam gamaya,Om agne brahma grbhniswadharunama syanta riksam drdvamhabrahrnawanitwa ksatrawahi sajàtawanyu dadhami bhratrwyasya wadhyàya.
Artinya,
  • Tuhan Yang Maha Suci, Bimbinglah hamba. 
    • Dari yang tidak benar menuju yang benar. 
    • Dari kegelapan pikiran menuju cahaya pengetahuan yang terang. 
  • Lepaskanlah hamba dari kematian menuju kehidupan yang abadi. 
  • Tuhan Yang Maha Suci, 
    • Terimalah pujian yang hamba persembahkan melalui doa ini dan kembangkanlah pengetahuan rohani hamba agar hamba dapat menghancurkan musuh yang ada pada diri hamba ini. 
    • Hamba menyadari bahwa Engkaulah yang berada dalam setiap insani (jiwatman), menolong orang terpelajar, pemimpin negara, para pejabat dll 
  • Hamba memuja Engkau semoga melimpahkan anugrah kekuatan kepada hamba.
Namun keberadaan Tuhan bagi orang-orang atheis dll yang belum mengenal dan meragukan keberadaanNya, biasanya akan selalu menanyakan,
Benarkah Tuhan itu ada?
Sehingga dari segi Agama Hindu. dalam Widhi Tatwa disebutkan ada istilah Tri Pramana sebagai jalan/cara/ukuran untuk mengetahui kebenaran Tuhan yang tidak ada duanya dan yang menjadi pelindung alam semesta ini serta pencipta semua makhluk, 

Tuhan, ampunilah dosa kami dan anugrahilah kami semua dengan keberhasilan atas semua karya.

***
Om ksama swamàm jagadnàtha, sarwa pàpà hitankarah sarwa karya sidham dehi,
pranamya sùryeswaram, Om Sàntih, Sàntih, Sàntih, Om
***