Waranugraha

Waranugraha adalah anugerah dalam berbagai macam wujud dan bentuk.
  • Kemakmuran untuk segala makhluk hidup yang dirayakan pada saat Piodalan Rambut Sedana, Buda Cemeng Klawu. 
  • Kadirghayusaan saat pemaridan guru sebagai rangkaian hari raya Galungan yang pada hari ini umat dianjurkan menghaturkan canang meraka dan matirta gocara. Upacara Yadnya yang barmakna umat menikmati waranugraha Dewata. 
  • Nedunang Bhatara pada saat piodalan atau pujawali. 
  • Dengan sarana Kawangen untuk memohon waranugraha, sebagai lambang Istadewata perwujudan Ida Sang Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa dalam berbagai wujudnya yang diinginkan kehadirannya pada waktu memuja dengan mantra. 
  • dll
Sebagai rasa bhakti kepada Tuhan dan para manifestasi-Nya agar dapat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas segala waranugraha-Nya disebutkan dapat pula dilaksanakan dengan sembahyang sehari-hari untuk memohon perlindungan-Nya agar dijauhkan dari segala bahaya maupun cobaan hidup serta menemukan suasana kedamaian lahir dan bathin yang dalam pedoman sembahyang babad bali disebutkan untuk dapat menyembah Tuhan sebagai pemberi anugrah tersebut juga dapat diucapkan mantra sebagai berikut :
Om anugraha manohara,
devadattanugrahaka,

arcanam sarvapujanam

namah sarvanugrahaka.
Deva devi mahasiddhi,
yajnanga nirmalatmaka,
laksmi siddhisca dirghayuh,

nirvighna sukha vrddhisca
***