Tahukah Anda ? *) Pencarian data

Cobaan Hidup

Sejatinya Tuhan selalu menyayangi kita. Apapun aktifitas kita, bukanlah alasan untuk melupakan Beliau.
Dan bagaimanapun, cobaan-cobaan yang diberikan dalam hidup ini, adalah teguran teguran kecil, agar kita bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi. Tidak ada kata terlambat untuk mendekatkan diri dengan Beliau.
Juga tidak perlu menunggu hari yang tepat. Mulailah dari sekarang juga.!!

Diceritakan pada suatu hari ada percakapan dua orang yang berbeda tujuan hidup antara bebotoh dan seorang pemangku di Group Hindu Fb.
  • Bebotoh yaitu mereka yang sering berjudi.
  • Pemangku (Jro Mangku) sebagai pelayan atau perantara antara manusia dengan Sang Pencipta.
Seorang bebotoh bertanya kepada seorang pemangku yang kebetulan singgah di tajen untuk membeli makanan.

Bebotoh : permisi jro, saya mau bertanya, kok Tuhan tidak pernah berpihak pada saya. Sehingga nasib saya selalu buruk. Padi saya habis dirusak wereng. Istri saya sakit gak sembuh sembuh. Anak saya menjadi korban tabrak lari. Menyabung ayam juga kalah melulu. Begitu bertubi tubi penderitaan saya. Saya tidak ingin hidup begini terus menerus. Gimana ya jro..?
Pemangku : laaa.... udah gitu keadaan jrone kok bisa berada di kalangan tajen saban hari.
Bebotoh : iya jro, menyabung ayam juga pekerjaan saya sehari hari.
Pemangku : mungkin Tuhan udah bosan ama kamu..!! DicariNya kamu gak pernah ketemu. Di cariNya di kemulan gak ketemu, dicariNya di paibon gak ketemu, di panti gak ketemu, di pura dugul gak ketemu, di pura desa gak ketemu, Di paruman adat juga gak ketemu ... Capek Tuhan nyariin kamu.
Tuhan melambaikan tangan, kamu gak noleh. Dipanggil panggilNya kamu juga gak nyaut.
Setelah dilempari kerikil, kamu baru sadar karena merasa kesakitan.
Bebotoh : iya... Maafkan saya jro. Saya selalu sibuk nyari uang untuk makan sehari hari.
Pemangku : loo.. Maafnya kok kepada saya. Kepada Tuhan dong.
Bebotoh : terus kapan kira kira nasib saya bisa berubah...? Setidaknya agar bisa merasakan sedikit kebahagiaan gituu.
Pemangku : tergantung dirimu. Seberapa lama lagi kamu menjadi penghuni tetap kalangan tajen? dan tidak mau merubah diri.
Demikian percakapan tersebut, semoga menjadi renungan bahwa cobaan hidup yang diberikanNya sebagai teguran-teguran kecil, agar kita bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi.
***