Dosa

Dosa berasal dari kata dush artinya melemahkan atau merusak yang merupakan hasil dari unskillful acts
Tindakan atau karma yang dilakukan tidak selaras dengan hukum semesta yang dapat mengakibatkan timbulnya dukacita dan penderitaan fisik sebagai buahnya. 
Karena indria atau emosi yang selalu diikuti geraknya dan dipenuhi kepuasaannya akan sangat berbahaya karena pada umumnya segala keinginan yang muncul dari nafsu yang berlebihan juga akan dapat menimbulkan dosa yang bertentangan dengan Tri Sadhana dalam upaya untuk mencapai moksa sebagai kebahagiaan di alam ini dan akhirat kelak.
Seperti contoh kecil saja, disebutkan bahwa mereka yang tidak akur dengan timpal, teman, sahabat dan saudara juga merupakan sebuah dosa karena kita setidaknya telah membuat seseorang tidak bahagia.
Dan Avidya sendiri merupakan sumber dari perbuatan berdosa atau disebut juga perbuatan yang tidak memberikan kemujuran (asubha-karma). 
Dari asubha-karma muncullah paapa-bija, dosa yang belum menampakkan efeknya, dan akhirnya paapa, reaksi dosa yang berupa duhkha, dukacita, kemalangan, penderitaan, dan hal-hal tidak mujur lainnya.
Semua jenis dosa ini menimbulkan pula apa yang kita sebut duskriti, ketidakbajikan. Jadi di sini perlu kita ingat bahwa klesha (avidya, paapa-bija, paapa) adalah penyebab dari duhkha.
Seperti halnya perbuatan duskerta akan berakibat kesengsaraan berkepanjangan di sapta petala, alam neraka.
Dan artinya dalam hidup ini;
  • Ada perilaku manusia yang melemahkan bahkan sampai merusak dan ada juga yang menguatkannya. 
  • Manusia hendaknya senantiasa memikirkan dalam-dalam agar jangan berbuat untuk melemahkan dirinya dengan berbuat dosa yang menjauhkan hidup ini dari hidup bahagia apalagi sorga yang dalam Sad Anu Darsana disebutkan,
    • Dengan merenungkan sebelum berbuat, 
    • kita akan lebih mampu menghindari dari dosa.
Dosa yang juga sering disebut sebagai "Dosah"; "Papa"; sifat Rajas sebagai perbuatan yang tidak baik, perilaku asubha karma yang perlu dihindari dalam kehidupan sehari - hari,
  • Perilaku yang selalu bertentangan dengan hukum dan 
  • Dresta dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam beberapa kutipan disebutkan :
  • Dalam Siwa Purana disebutkan, sebenarnya prilaku dosa tersebut bisa dihancurkan dengan jnana yaitu dengan memiliki :
    • pengetahuan dan 
    • kebijaksanaa
    • yang berlandaskan atas etika dan susila dalam kehidupan sehari - hari.
  • Dosa atau papa ini dalam sifat rajas yang sebagaimana pula disebutkan Bhagavadgita (XVI.21) bahwa perbuatan dosa ini dapat mengantarkan kita ke tiga pintu gerbang neraka, yakni: moha, lobha, dan krodha.
    • Ketiga perbuatan buruk (papakrt) merupakan papa atau dosa yang mesti dihindari oleh setiap orang, 
    • terutama yang ingin sukses menempuh jalan rohani.
  • Dalam kutipan Vamana Purana, sebagaimana kisah perjalanan Dewi Sukasi disebutkan juga beberapa contoh dosa sebagai berikut :
    • Dosa yang paling berat juga adalah menghina para dewa, kitab veda atau kaum Brahmana, tidak menaruh hormat pada kitab-kitab purana, membenci guru (guru) dan mengganggu yajna
    • Pendosa lainnya adalah mereka yang tidak akur dengan teman, sahabat dan saudara. 
    • Juga adalah sebuah dosa jika kita membuat seseorang tidak bahagia, atau melakukan pencurian. 
    • Mereka yang menghina orang tuanya, atau mereka yang merampok juga seorang pendosa. 
    • Sangatlah berdosa apabila makan mendahului :
      • Para dewa, 
        • Sehingga kita disebutkan dapat melakukan yadnya sesa terlebih dahulu sebagai ungkapan terima kasih atau rasa syukur masyarakat Hindu Bali kepada Tuhan, bhuta kala dan para dewa sebagai ungkapan terima kasih kepada benda-benda ciptaan-Nya yang telah banyak berjasa dalam kehidupan di dunia ini.
      • Tamu atau orang tua
    • Seorang pendosa adalah yang menyentuh teman, istri, ibu, kakak, ayah saudara atau guru dengan kaki. 
    • Mereka yang menghancurkan kuil-kuil, sumur atau kolam ditakdirkan untuk menderita di neraka. 
    • Juga merupakan dosa bagi seseorang yang mengabaikan istri, anak-anak dan para pelayan pada saat bencana kelaparan. 
    • Engkau juga akan mendapat neraka jika membunuh seekor sapi atau mencuri tanah.
    • Dll
Sedangkan untuk penebusan dosa dalam berbagai sumber disebutkan dapat dilksanakan dengan cara :
  • Saat Siwa Ratri, purwani tilem ke-7 (sasih kepitu) tahun Caka.
  • Dengan menggunakan mantra seperti :
    • Mantram Mohon Ampun Dalam Segala Dosa
    • Dengan mengucapkan Mantram Tri Sandhya tiga kali dalam sehari.
Dalam Mantram Mohon Ampun Dalam Segala Dosa , doa mohon ampun dalam segala dosa kepada Sang Hyang Widhi dapat diucapkan sebagai berikut :
OM DEWAKRTASYAINASO AWAYA JANAM
ASI MANUSYAKRTASI NAMA AWAYA JANAM
ASIPITRA KITASI NAMO AWAYA JANAM ASYATMA
KRTASYAENASO AWAYA JANAM
ASYENA SA’ ENASE WAYA JANAM ASI
YACCHAHAM ENO VIDVAMSCAKARA
YACCHAVIDVAMS TASYA VA YA JANAM ASI
(Ya Tuhan, ampunilah dosa hamba terhadapMu, ampunilah dosa hamba terhadap sesama manusia, terhadap orangtua hamba, terhadap teman hamba, Tuhan ampunilah dosa hamba terhadap segala macam dosa, terhadap dosa yang hamba lakukan dengan sadar atau tidak sadar. Tuhan, semoga berkenan mengampuni semuanya itu.).

Melalui Mantram Tri Sandhya yang khususnya pada bait ke 6 diucapkan,
Om ksàntavyah kàyiko Dosah
ksàntavyo vàciko mama
ksàntavyo mànaso dosah
tat pramàdàt ksamasva màm
Yang artinya : Ya Tuhan, ampunilah dosa anggota badan hamba, ampunilah dosa perkataan hamba, ampunilah dosa pikiran hamba, ampunilah hamba dari kelahiran hamba.
***