Doa Permohonan Pengampunan Dosa

Tuhan sejatinya memberi peluang agar manusia dapat bertobat dimana dalam Rgveda VII.89.5 disebutkan, 
"Bila melalui kehendak pikiran, kami melanggar hukum-Mu, sudilah Engkau tidak menghukum kami"

Dimana doa meminta ampunan dosa menurut umat Hindu tersebut dapat diucapkan dengan mantra sebagai berikut :
"OM dewakrtasyainaso awaya janam
asi manusyakrtasi nama awaya janam
asipitra kitasi namo awaya janam asyatma
krtasyaenaso awaya janam
asyena sa’ enase waya janam asi
yacchaham eno vidvamscakara
yacchavidvams tasya va ya janam asi"
Ya Tuhan, ampunilah dosa hamba terhadapMu, ampunilah dosa hamba terhadap sesama manusia, terhadap orangtua hamba, terhadap teman hamba, Tuhan ampunilah dosa hamba terhadap segala macam dosa, terhadap dosa yang hamba lakukan dengan sadar atau tidak sadar. Tuhan, semoga berkenan mengampuni semuanya itu.

Menurut PHDI (ref) permohonan ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan diajarkan dalam Sruti.
Mengingat mantram itu ada dalam Sruti, maka dapat dijadikan jaminan bahwa Tuhan pun memberikan kesempatan kepada umat manusia untuk melakukan pertobatan. 
Pertobatan, yang dalam Hindu disebut prayascita, dapat dilakukan dengan upacara samskara (penyucian dari luar) tetapi yang lebih penting adalan penyucian dari dalam diri, lewat tapa, brata, yoga, dan samadhi.

Dan dosa yang dihapuskan menurut Hindu Dharma yang dikutip dalam group fb (ref) dikatakan bahwa :
Sebagaimana yg telah kita ketahui, bahwa setiap perbuatan pasti akan mendatangkan hasil ,apakah itu karma baik (Subha karma) atau Karma buruk (Asubha karma) dimana hasil dari Karma (Karmapala) itu pasti akan di terima secara langsung atau tidak langsung diterima/ sekarang maupun yg akan datang,semasih hidup ataupun setelah mati.

Asubha Karma atau perbuatan buruk (Dosa ) akan menjadikan diri tidak bahagia bahkan bagai hantu yg terus menakuti jiwa dan pikiran kita,sebagai mana yg telah dijelaskan dalam Markandeypuran,Karmphal, 14/25 ;
Sebatang duri akan menyebabkan rasa sakit pada satu titik saja,akan tetapi hasil yang muncul dari Dosa akan terus menusuk tubuh dan pikiran.

Kemudian dalam Parasharsmriti menjelaskan ;
Bahwa bila seseorang melakukan sebuah dosa itu tidak seharusnya ditutupi. Dengan menyembuyikannya, penderitaan akan meningkat, pengaruhnya pun akan berlanjut pada kelahiran.

Walau begitu kuatnya pengaruh dosa yang disembunyikan atau yang sengaja ditutupi, bahkan mereka yg tidak menyesali dosa-dosanya dikatakan akan mendapat siksa api neraka yang begitu menyakitkan serta akan diterima pada kelahiran berikutnya.

Dan adakah cara agar dosa dapat dihapuskan?.
Dalam Shivpuran,1/3/5, Dikatakan :
"Penyesalan yang tulus adalah obat yang tepat untuk melawan dosa, melalui penyesalan seseorang akan bisa menghapuskan semua dosa, saat penyesalan tidak berhasil satu-satunya jalan adalah melakukan penebusan dosa untuk dapat menetralisir dan menghindari kemungkinan-kemungkinan buruk karena perbuatan dosa

***