Roh Leluhur

Keyakinan akan adanya roh suci leluhur dengan rangkaian upacara ngaben yang dilaksanakan dalam Atma Tattwa disebutkan juga bertujuan untuk dapat mengakibatkan Jiwatman mengalami proses reinkarnasi berulang-ulang di dunia yang sangat mulia dan indah ini.
Dengan demikian orang Hindu Bali disebutkan juga merasa belum lengkap kehidupannya apabila belum melaksanakan Ngaben,
Karena upacara itu dimaknai sebagai kewajiban atau utang pitra rna yang harus dibayar kepada Leluhur yang telah melahirkan kita.
Roh suci leluhur mereka juga nantinya dapat datang dan pergi ke nirwana, alam swah loka dan dapat kembali ke alam ini.
Seperti halnya dalam upacara nyaagang selama Galungan hingga Kuningan yang sebagaimana disebutkan :
Untuk dapat memberikan berkah dalam bentuk kesejahteraan kepada para keturunannya yang masih hidup.
Dan semogalah roh suci leluhur mencapai moksa yaitu :
Kebebasan, kedamaian, ketenangan, dan kesempurnaan yang dalam Lontar Yama Purana Tattwa untuk doa/ Mantram Hindu sewaktu nyekah pada upacara Pitra Yadnya yang disebutkan dapat diucapkan yaitu sebagai berikut :
OM DEWA PITARA SARWA PARIWARA GUNA SWAHA, HARSAYAH SAWA PUJANAM PRASIDANTU SUKA KRTAM, 
OM A – TA – SA – BA – I, 
OM WA – SI – NA – NA – YA MANG ANG UNG, MOKSHANTU, SWARGANTU, SUNIYANTU, ANG KSAMA SAMPURNA YA NAMAH SWAHA
Oh Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa yang menguasai roh leluhur kami, hamba memuja-Mu agar segala sesuatunya berjalan baik, semoga roh leluhur kami diampuni agar mencapai kebebasan, kedamaian, ketenangan, dan kesempurnaan.
Dengan mengucapkan mantra tersebut diatas yang disebutkan bertujuan agar :
Jadi bila belum diupacarai Pitra Yadnya doa/ mantra itu kurang tepat diucapkan karena roh/ atman masih terikat.
***