Selanturnyane

Atma tattwa

Atma Tattwa adalah kepercayaan bahwa terdapat jiwa dalam setiap makhluk hidup yang merupakan bagian dari Panca Srada sebagai keyakinan dalam beragama Hindu.
Dan pada dasarnya disebutkan bahwa atman adalah suci, namun setelah bersatu dengan tubuh, iapun kena pengaruh maya dengan segala bentuknya. 
Atman menikmati wisayanya dan terbawa dalam suka duka hidup. Kesucian atma itu disebutkan dalam kitab-kitab agama hindu sebagai berikut :
Ya atma apahata patma vijara vimrtyur visoko vijighatso
Pipasah satya kamah, satya samkalpah, so’nvesta vyah, so
Viji nasitavyah sa sarvams ca lokan apnoti sarirams ca kaman
Yas tam atmanam anu vidya vijanati, iti ha prajapatir uvaca
(Chandogya Upanisad VIII.7.1)
Artinya :
Atma bebas dari kejahatan, bebas dari tua, bebas dari kematian, bebas kesedihan, bebas dari lapar dan haus yang keinginannya adalah kebenaran yang dipikirkannya adalah kebenaran. Ia dapat dicari, padanya seseorang dapat berkeinginan untuk memahaminya. Seseorang yang telah menemukannya dan memahaminya. Ia dapat mendapatkan dunia seluruhnya, keinginan seluruhnya. Demikian prajapati berkata.
Naiva setri na puman esa na caivayam napumsakah
Yad yac chariram adatte tena sa rakyate

Artinya :
Ia tidak perempuan pun pula tidak laki ini juga tidak banci.
Apapun badan yang dia ambil, dengan itulah ia didukung
Demikianlah keterangan Upanisad dalam penjelasan meranggidewa berkaitan Atma Tattwa tentang sifat-sifat atman yang murni.

Begitu pula dalam ajaran Hinduisme juga sebagaimana dijelaskan Ngurah Bagus dalam sejarah agama hindu disebutkan bahwa, jiwa yang terdapat dalam makhluk hidup juga merupakan percikan yang berasal dari Tuhan dan disebut dengan Atman
  • Jivatma bersifat abadi, namun karena terpengaruh oleh badan manusia yang bersifat maya
    • Maka Jiwatma tidak mengetahui asalnya yang sesungguhnya. 
    • Keadaan itu disebut Awidya, kegelapan pikiran.
  • Hal tersebut mengakibatkan Jiwatma mengalami proses reinkarnasi berulang-ulang. Namun proses reinkarnasi tersebut dapat diakhiri apabila Jivatma mencapai moksa, bersatunya atman dengan Brahman.
***