Brahman

Brahman (Paramatman) adalah keyakinan akan adanya Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan salah satu bagian dari Panca Srada untuk dapat mencapai tujuan hidup di dunia ini yang sebagaimana disebutkan :
  • Brahman Atman Aikyam sejatinya itu adalah sesuatu yang tunggal.
    • Sebagai jiwa dari Bhuwana Agung, alam semesta dan seluruh kehidupan di alam ini yang disebut Sang Hyang Widhi
    • Karena Dialah asal segala yang ada ini dan kepadaNya pula segala yang ada ini akan kembali.
  • Dimana Brahman dalam adwaita wedanta juga disebutkan,
    • Brahman hanya ada satu, tidak ada duanya, 
    • Namun orang-orang bijaksana menyebutnya dengan berbagai nama yang dalam bahasa sansekerta disebutkan, "Sa eko bhagavan sarvah Siva karana karanam ..."
  • Dalam Lontar Sudamala disebutkan bahwa Sang Brahman Tuhan Yang Maha Esa, turun ke semesta dengan dua perwujudan yaitu Sang Hyang Wenang dan Sang Hyang Titah untuk menjaga ketentraman dan menolak bahaya sehingga terwujudlah pekarangan dan alam sekitar yang harmonis, bahagia, aman tentram dan penuh kedamaian.
Suatu kebahagiaan yang tidak disusul oleh kedukaan kembali melalui jalan moksa dengan bersatunya Atman dengan Brahman,
  • sebagai asal dan kembalinya para atman,
  • yang dalam Brahma Purana disebut juga sebagai jiwa ilahi (Paramatman).
Dalam tingkatan alam Satya Loka disebutkan Beliau selalu mengasihi dan membimbing seluruhnya dan menjadi apa yang disebut maha-kesadaran kosmik;
  • Maha Ada, 
  • Maha Pengasih
  • Maha Kuasa, dan
  • Maha Segala-galanya. 
yang bersifat,
  • Maha Besar,
  • Maha tahu,
  • Ada dimana-mana. 
  • Bersifat gaib, dan 
  • Tidak dapat dilihat. 
Walaupun demikian,

Tuhan itu adalah tunggal dan hanya satu yaitu Esa yang dalam bait Mantram Puja Tri Sandhya dalam pelaksanaan sembahyang sehari - hari,
Ia hanya satu dan tidak ada duanya

yang bermanifestasi menjadi dewa dewi sebagai sinar suci dari Tuhan yang Maha Kuasa yang dalam konsep Tri Kona, Tuhan sebagai pencipta, pemelihara dan pelebur atas keberadaan

Keyakinan atas keberadaan Brahman sebagai salah satu bagian dari Panca Srada dalam beberapa kutipan kitab suci, Brahman dalam wujud Nirguna dan Saguna Brahman sebagaimana dijelaskan,
  • Dalam Lontar Wrhaspati Tattwa, keberadaan Brahman disebutkan sebagai berikut,
    • Sebagai Nirguna Brahman dalam perwujudan sepi, suci murni, kekal abadi, dan tanpa aktivitas sebagai kesadaran tertinggi yang sama sekali tidak terjamah oleh belenggu mayā,
    • Dengan Sakti, guna serta swabhawanya sebagai Saguna Brahman yang aktif dengan segala ciptaan-ciptaanNya
 ***