Aja Were

Ritual

Ritual adalah suatu perayaan suci keagamaan atau serangkaian tindakan yang dilakukan menurut kebiasaan (sesuai desa kala patra) maupun berdasarkan tata cara atau ritus keagamaan tertentu;

Setiap ritual memiliki kisah, seperti babak dalam sebuah drama. Babak demi babak ditampilkan setiap sasih. Sasih Kasa hingga Sadda menggambarkan kehidupan dewa.
Dimulai dari lahir hingga mati; bayi hingga tua. Seperti halnya dikatakan dalam pelaksanaan ritual usaba sambah yang dilakukan oleh masyarakat Tengenan sebagai puncak dari kehidupan digambarkan dengan simbol-simbol kehidupan manusia yang mulai berinteraksi dengan banyak pihak. Kisah yang dihadirkan melalui simbol diperankan oleh segenap warga dan Krama Desa Adat.

Demikianlah dalam pelaksanan sebuah ritual yang dapat menandai suatu kesucian dari sebuah peristiwa yaitu dengan penggunaan beragam simbol - simbol yang nantinya akan dapat membantu menjelaskan secara benar dari nilai-nilai yang ada untuk dapat menghilangkan keragu-raguan tentang kebenaran dari sebuah penjelasan yang berkaitan dengan pelaksananaan ritual tersebut.

Dahulu ada seorang pakar bernama Turner juga menjelaskan tentang teori simbol ritual (ritual symbolysm) yang dalam jurnal penelitian oleh Avatar IHDN dijelaskan sebagai berikut ;
  1. Exegentical Meaning yaitu makna yang diperoleh dari informan warga setempat tentang prilaku ritual yang diamati ;
  2. Operational Meaning yaitu makna yang diperoleh tidak terbatas pada perkataan informan, melainkan dari tindakan yang dilakukan dalam ritual.
Sebuah ritual juga sebagai perbuatan keramat yang pelaksanannnya dilaksanakan secara sakral dan suci sifatnya dengan diiringi persembahyangan seperti halnya disebutkan keyakinan Umat Hindu terhadap Ritual Tilem sebagai salah satu dari jenis upacara keagamaan yang dilaksanakan rutin setiap 30 hari sekali.dilakukan oleh sekelompok umat beragama, ditandai dengan adanya berbagai macam unsur dan komponen dalam upacara, seperti halnya disebutkan :
    • adanya waktu, 
    • tempat-tempat dimana upacara dilakukan, 
    • alat-alat dalam upacara, 
    • serta orang-orang yang menjalankan upacara.
  • Disebut juga dengan ritus yang dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan berkah atau rezeki yang banyak dari suatu pekerjaan, serta penolak bala karena perubahan atau siklus dalam kehidupan manusia.
  • Dalam upacara keagamaan dalam Agama Hindu meliputi upacara persembahyangan, hal ini merupakan penerapan ajaran agama dalam upaya untuk mendekatkan diri kepada Sang Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa melalui pemujaan
  • Dalam kitab Suci Weda disebut dengan Upasana (duduk dekat Tuhan) yang tidak dapat dipisahkan dengan susila dan tatwa atau etika dan filsafat didalamnya.
Dan dalam beberapa pelaksanaan ritual di Bali beberapa hal penggunaan simbol ritual seperti disebutkan dibawah ini :
  • Panca Nada yang mengantarkan setiap prosesi ritual agama dari awal sampai akhir upacara yadnya.
  • Natab caru pabiakalan sebuah ritual berkaitan dengan pelaksanaan ogoh-ogoh yang bermakna nyomia, mengembalikan sifat-sifat buta kala ke asalnya.
  • Ritual secara berjenjang dalam pitra yadnya yang dilaksanakan umat Hindu di Bali sangat jelas, baik pelaksanaannya maupun sumber kepustakaannya.
  • Penggunaan wastra putih kuning seperti halnya pada saat piodalan artinya Tuhan sudah menunjukkan ciri-ciri niskala untuk mencipta kehidupan yang suci dan sejahtera. Putih lambang kesucian dan kuning lambang kesejahteraan.
  • Ritual lancar rejeki menggunakan dua buah canang sari, yang masing masing dihaturkan di sanggah kemulan.
Dan Tari Rejang Lilit biasanya dipentaskan oleh para teruni desa dengan gerak tubuh gemulai dalam mengiringi sebuah ritual suci sebagai bentuk persembahan kepada para dewa-dewi.
***