Kehamilan

Kehamilan diceritakan adalah proses terbentuknya janin pada rahim sang ibu yang dengan upacara yadnya tertentu untuk nantinya diharapkan terjadi kelahiran yang sangat mulia.
Terbentuknya kehamilan yang mulia ini biasanya terjadi setelah adanya ikatan lahir bathin dengan upacara pawiwahan, dimana sepasang pria dan wanita sah menjadi suami istri untuk membentuk keluarga (rumah tangga) yang berbahagia.
Mengenai hal-hal yang berkaitan dengan proses terbentuknya kehamilan tersebut dalam beberapa kutipan lontar disebutkan sebagai berikut :
  • Menjadi benih manusia disebut “Rupa Suksma” yang berkeadaan abstrak dan gaib. 
    • Mempunyai warna seperti manik putih kekuning-kuningan, 
  • Sedangkan swanita keluar dari Pradhana Tattwa. 
Keduanya kemudian bercampur dalam rahim si ibu. Disanalah ia terbentuk dan berkembang sehingga mencapai wujud yang sebenarnya.

Adapun tahap-tahap perkembangannya dilukiskan sebagai berikut:
  • Umur satu bulan rupanya seperti buih
  • Umur tiga bulan berwujud gumpalan darah.
    • Dilaksanakan upacara ngerujaki saat wanita mulai ngidam dan dilaksanakan sebelum tiga bulan usia kehamilan yang bertujuan untuk mengharapkan atau mendoakan kepada Tuhan berserta manifestasinya 
    • supaya benih atau janin dalam kandungan kuat atau selamat tidak mengalami keguguran.
  • Umur empat bulan menjadi Śiwa lingga, berlubang dibagian tengahnya berisi ongkara dan suksma rupa
  • Umur lima bulan menjadi Maya Reka
  • Umur enam bulan menjadi seperti air
    • Pada usia kehamilan enam bulan ini dalam lontar kanda pat disebutkan terbentuklah empat saudara yakni : 
      • Babu Lembana, 
      • Babu Abra, 
      • Babu Ugian, 
      • Babu Kekered. 
    • Dan inilah waktunya disebutkan diadakan upacara pagedong-gedongan yang bertujuan untuk menyucikan janin dalam kandungan, agar nantinya terlahir anak / putra yang Suputra.
  • Umur bulan ketujuh menjadi seperti ulat dalam kepompong yang disebut gading 
  • Pada umur kedelapan menjadi anak gading yang disertai dengan nafas yang keluar dari ongkara, juga tulang, kuku dan rambut 
  • Umur sepuluh bulan si jabang bayi keluar dari perut / rahim ibu,
Ketika masih dalam rahim itulah disebutkan Sad Angga Yoga Dalam Lontar Ganapati Tattwa
dijiwai oleh Suksma Rupa.

Sedangkan brata yang dilakukan pada saat istri sedang hamil disebutkan stiti dharma online yaitu ketika istri sedang hamil, menurut Bhuwana Kosa, Wrhaspati Tattwa, dan Mahabharata yaitu sebagai berikut :
Yang sebaiknya/ wajib dilakukan:
  1. Membuat perasaan istri tenang/ damai/ aman/ terlindungi 
  2. Melakukan derma (Drwya Yadnya – dana punia
  3. Rajin sembahyang, bersamadhi, bermeditasi 
  4. Membaca Mahabharata 
  5. Pada usia kehamilan 7 bulan, adakan upacara megedong-gedongan (kalau mungkin/ bisa) Kalau tidak, sembahyang biasa ditujukan kepada Bhatara Guru (Sanghyang Widhi) mohon keselamatan bayi dan ibunya. 
  6. Mengendalikan panca indria, bila mampu berpuasa setiap bulan purnama dan tilem.
Yang dilarang:
  1. Menjelekkan, menghina, merendahkan orang lain 
  2. Menyiksa binatang 
  3. Makan/ minum berlebihan apalagi sampai mabuk 
  4. Berjudi
Atma/ roh masuk segera setelah terjadi pembuahan di dalam rahim ibu.
Sering bersamadi dan berjapa, menyebutkan nama Sanghyang Widhi berkali-kali sesuai dengan jumlah japamala, atau mengucapkan mantra Gayatri satu bait berulang-ulang sambil duduk berjapa.
Selain hal tersebut diatas, juga disebutkan upacara-upacara berkaitan kehamilan ini :
  • Setiap Tumpek Wayang sepatutnya dilaksanakan Ngelukat Bobotan, agar segala noda kotoran (leteh) menjadi lenyap sehingga ibu yang mengandung beserta bayinya itu menjadi bersih dan suci.
***