Selanturnyane

Punia

Punia (Mapunia; Punya) adalah pemberian oleh para dermawan yang tulus iklas dan tanpa pamrih sebagai salah satu penerapan dari Tri Parartha untuk kehidupan sehari - hari yang sebagaimana disebutkan dalam artikel babad bali, Dana Punia merupakan swadharma Umat Hindu yang sangat mulia, persembahan, sedekah maupun sumbangan suci yang dilandasi dengan filosofi Tat Twam Asi yang dapat berwujud seperti :
  • Ilmu agama, sebagai motivasi dalam meningkatkan mental dan spiritual
    sebagai tatanan dalam bersikap dan bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari
  • Ilmu pengetahuan, agar nantinya dapat diaplikasikan bagi kesejahteraan umat manusia dan kelestarian alam ini sebagaimana yang terkandung dalam ajaran Jnana Marga sehingga setiap orang menyadari hakekat ketuhanan.
  • Jiwa raga, maupun 
  • Harta benda atau Dana Punia | sumbangan materi kepada orang miskin yang membutuhkan.
  • dll

Punia merupakan kewajiban bagi seluruh umat manusia termasuk umat Hindu itu sendiri.

Sebagaimana disebutkan pula bahwa artha merupakan unsur sosial ekonomi bersifat tidak kekal berfungsi selaku penunjang hidup dan bukan sekedar sebagai tujuan hidup. Artha perlu diamalkan (dana punia) bagi kepentingan kemanusiaan (fakir miskin, cacat, yatim piatu, dan lain - lain).

Sehingga dalam pemberian punia ini, yang disebutkan dalam salah satu sloka sarasamuscaya haruslah diingat dan diperhatikan oleh para dermawan, 
  • Jangan sekali-kali mengharapkan pujian dalam memberikan dana punia, jangan berdasarkan rasa takut, jangan mengharap mendapat balasan.
  • Biarpun sedikit pemberian itu, asalkan dapat mengurangi kehausan akan barang itu, besarlah faedahnya. 
    • Meskipun banyak dan dapat menghilangkan kehausan akan barang itu, 
    • akan tetapi kalau diperoleh dengan jalan yang kurang baik, 
    • maka tidak ada gunanyalah pemberian itu. 
  • Jadi bukanlah jumlah yang banyak atau sedikitnya pahala, akan tetapi tujuan utama pemberian itu yang penting dan juga halal dalam memprolehnya.
Demikianlah disebutkan beberapa hal tentang punia ini sebagai sesuatu hal yang sangat mulia, persembahan, dan sumbangan suci.
***