Pages

Memuat...

Purnama

Purnama adalah bulan penuh, ketika sang rembulan memancarkan sinarnya yang terang benderang dan disimbolkan dengan tanda merah pada kalender Bali.
Pemujaan dimaksudkan saat prnama ini ditujukan kehadapan Sanghyang Candra, dan Sanghyang Ketu sebagai dewa kecemerlangan untuk memohon kesempurnaan dan cahaya suci dari Ida Sanghyang Widhi Wasa dalam berbagai wujud Ista Dewata.

Dahulu di Bali, tersebutlah sebuah kisah pada purnama di bulan nopember, tahun Caka 31, meletuslah Gunung Agung itu, maka tampak datang Bhatara - Bhatari yang salah satunya adalah Bhatara Hyang Genijaya yang berparhyangan di lempuyang.

Sehingga disebutkan pula, sembahyang rutin dilaksanakan di beberapa pura seperti pura Kahyangan Jagat dll dengan  mantram Panca Sembah & Puja Trisandhya.

Hari Purnama, seperti yang dikutip dalam purnama - tilem dalam Phartyca's disebutkan hari ketika sang rembulan memancarkan sinarnya yang terang benderang.
Pada hari Purnama umat Hindu memuja Sang Hyang Chandra, yang biasanya pada hari suci purnama ini disebutkan umat Hindu menghaturkan Daksina dan Canang Sari pada setiap pelinggih dan pelangkiran yg ada di setiap rumah.
Untuk Purnama atau Tilem yang mempunyai makna khusus biasanya ditambahkan dengan banten sesayut.
Upacara Mawinten bisa juga dilaksanakan pada saat bulan purnama, dengan maksud agar pembersihan dan penyucian terhadap dirinya benar benar bersih serta terang benderang dan berkilau seperti sinar bulan purnama.

Beberapa piodalan ring purnama :