Tahukah Anda ? *) Pencarian data

Candra

Candra artinya kecemerlangan yang disebut dengan Sanghyang Candra sebagai dewa penguasa bulan yang dapat menyinari disetiap belenggu kegelapan awidya.
  • Dalam Kalender Surya Candra yang mengikuti peredaran bulan mengeliling bumi lamanya 354/355 hari, setiap bulan umurnya 29/30 hari tepatnya 29 hari 12 jam 44 menit 9 detik.
    • Sifat Sanghyang Candra itu sendiri sebagai simbol Dewi Kesabaran.
    • Terlahir pada dina Soma, akibat karma wasana; perilaku di masa lalunya bersikap kurang sabar, baik dalam ucapan mau pun perbuatan. Itulah yang menjadi tuduh atas laku dan di-titah kembali ke marcapada.
  • Ardha Candra disimbolkan dengan "bulan sabit" sebagai lambang "unsur keras dan keindahan".
    • Terjadinya Chandra Grahana dengan ditampakannya bulan kepangan dimana cahaya bulan terlihat diterkam oleh Rawu kembali.
    • Dan seyogyanya dikatakan bahwa umat manusia melaksanakan Grahana Yadnya agar sinarnya kembali memancarkan kesempurnaannya.
  • Dalam kisah Mahabharata disebutkan bahwa :
    • Karena menguasai Tutur Candrabherawa dapat membuat tubuh Prabu Salya mengeluarkan raksasa yang langsung menyerang Arjuna.
Dan ketika rasa itu telah diekspresikan dalam karya seni dan jika telah dinikmati oleh seseorang, maka rasa itupun dikatakan akan dapat muncul pada dirinya.
Diceritakan pada zaman dahulu, ketika Mpu Kanwa melihat bayangan bulan di dalam tempayan yang berisi air jernih lalu bersyair penuh kearifan dimana dalam kutipan Gandharwa Weda untuk memahami prinsip kerja kreatif Mpu Kanwa sebagai salah satu Sapta Rsi penerima wahyu weda dituangkan dalam sebuah syair :
Bayangan bulan akan tampak pada tempayan berisi air. 
Tetapi, hanya pada tempayan yang berisi air jernih menampakkan bulan. 
Seperti itulah Engkau tampak pada setiap ciptaan.
Pada ia yang menekuni yoga Engkau nyata hadir’. (Arjuna Wiwaha, XI:1)
Maka dijumpailah Itu yang sebelumnya tidak pernah ditemui. 
Dipahamilah Itu yang sebelumnya tidak pernah dipahami. 
Dialamilah Itu yang sebelumnya tidak pernah dialami. 
Yaitu tujuan utama, Sang Hakikat dimana jiwa yang tidak terhalang lagi untuk mendekatkan diri pada sang Pencipta.
Dan pemujaan dimaksudkan saat bulan purnama ketika sang rembulan menunjukan sinar penuhnya disebutkan ditujukan kehadapan Sanghyang Candra, dan Sanghyang Ketu sebagai dewa kecemerlangan untuk memohon kesempurnaan dan cahaya suci dari Ida Sanghyang Widhi Wasa.
 ***