Tahukah Anda ? Yasa kerti lan bhakti... memargi antuk manah suci.

Kesabaran

Kesabaran juga adalah terapi melatih diri untuk dapat belajar mengendalikan kemarahan dan ketidakpuasan terhadap diri dan keadaan agar tetap memiliki kemuliaan.

Dan ada peribahasa menyatakan bahwa :
“Kesabaran itu pahit laksana janam,
namun akibatnya lebih manis daripada madu”. 
Dan tentu anda pasti pernah melakukan kesabaran saat-saat tersulit dalam hidup ini seperti halnya ...
  • Sabar menunggu datangnya rejeki ketika hanya ada uang recehan di dompet...
  • Sabar ketika hanya makan mie instan saat tak ada uang sama sekali dan Anda menikmatinya...
  • Sabar ketika disakiti pasangan, Anda lebih memilih mengalah berpisah demi kebahagian dia ataupun bertahan walau tersakiti...
  • Sabar ketika Anda belum mendapatkan jodoh atau momongan. Anda tetap berusaha dan menjaga perasaan Anda...
  • Sabar ketika difitnah teman atau saudara sendiri, Anda memilih diam dan Anda tidak membalas sakit hati Anda....
  • Sabar ketika belum mendapatkan apa yang diinginkan, Anda tetap tekun bekerja dan sabar menjalani prosesnya...
Pada dasarnya, bersabar itu tidak ada kaitannya dengan menang dan kalah. Bersabar itu tidak ada kaitan dengan benar dan salah, dan bersabar itu bukan berarti anda harus menyerah...

Seperti halnya diceritakan pada kisah Mahabharata dimana ketika itu Sanjaya pernah berkata kepada Yudistira;
Yudhistira, janganlah berharap bahwa putra-putra Drestarastra akan sadar.
Mereka tidak seperti yang kau bayangkan. Mereka tetap menentang ayah mereka dan menginginkan perang.
Tetapi kuharap engkau tidak kehilangan kesabaran. Yudhistira, engkau selalu bertindak adil dan jujur serta bersikap tegas dalam menjunjung kebenaran.
Mari kita hindari peperangan. Pandawa mungkin mampu menaklukkan dunia tanpa batas. Tetapi apa gunanya memiliki kerajaan dengan jalan membunuh sanak kerabat sendiri ?
Duryodhana dan saudara-saudaranya memang jahat dan serakah, tetapi janganlah sampai engkau terbawa nafsu dan hilang kesabaran.
Walaupun mereka tidak mau mengembalikan kerajaanmu, janganlah engkau tinggalkan jalan kemuliaan”.
***