Tahukah Anda ? *) Pencarian data

Yeh Nyom

Yeh nyom adalah air ketuban yang timbul sejak umur kehamilan 3 bulan dan semakin banyak jumlahnya mengikuti umur kehamilan, sampai bulan kesepuluh yang menjadikan seolah-olah janin terbenam dalam cairan tersebut.
Cairan ini disebut yeh nyom atau air ketuban, sebagai bagian dari catur sanak yang melindungi bayi dalam kandungan.
Dalam Kanda Pat Rare disebutkan bahwa Yeh Nyom ini merupakan bagian pertama pengantar lahirnya manusia yang kemudian disebut I Bhuta Putih,
Sehingga Yeh nyom ini disebutkan tidak berbahaya bagi janin, artinya tidak berbahaya untuk dihisap, karena selama masih berada di dalam rahim janin itu tidak bernafas. 

Janin itu sendiri sangat memerlukan yeh nyom karena berfungsi antara lain : menjaga supaya jangan sampai ada perlekatan antara amnion dengan janin, menjamin janin dapat tumbuh dengan sempurna, menjaga agar tali pusar (ari-ari), tidak mudah tertekan oleh janin, dan perlindungan buat janin jika ibu terbentur atau mendapat pukulan dari luar. 
Bila bayi akan lahir maka lapisan amnion itu akan pecah.
Bila belum pecah, maka bayi tidak dapat lahir. Itulah sebabnya maka yeh nyom berperan sebagai pembuka jalan bagi kelahiran seorang bayi.
Dan ketika bayi menginjak umur 210 hari atau enam bulan pawukon maka dibuatkan upacara otonan dan saat ini juga Kanda Pat diberi nama baru yaitu Yeh nyom disebut Anggapati.

Dalam hidup ini, Kanda Pat ini akan selalu menyertai.
Jika manusia melakukan perbuatan yang baik seperti ajaran Tri Kaya Parisudha maka manusia Kanda Pat ini akan melindungi manusia dan manusia akan terhindar dari mara bahaya.
Demikianlah yeh nyom sebagai salah satu kanda pat sebagai pelindung manusia dari lahir sampai meninggal suatu tinjauan psikiatri budaya sebagaimana dijelaskan dalam salah satu artikel Fakultas Kedokteran Unud.
Sehingga dengan adanya ajaran ini disebutkan banyak orang-orang dari luar negeri berdatangan untuk belajar budaya bali, khususnya Kanda pat ini. 
Filosofi ini diyakini akan mempengaruhi kehidupan seseorang mulai saat kelahiran sebagai manusia, selama menjalani hidup di dunia dan sampai meninggal akan selalu mendampingi.
 ***