Aja Were

Anggapati

Anggapati adalah penjaga kelahiran manusia yang dalam Kanda Pat disebutkan bahwa Anggapati ini setelah ia "disucikan" oleh Tri Murti berubah lah nama dan sifatnya menjadi I Ratu Ngurah Tangkeb Langit yang menjadi penjaga dari segala ancaman para bhuta kala.

Seperti yang kita ketahui bahwa rerainan hari kajeng keliwon di Bali begitu dikeramatkan. Seperti yang dikutip dari postingan Gusti Ayu Sri Wahyuni di group fb Hindu;
Upacara Kajeng Kliwon dilaksanakan setiap 15 hari kalender.

Pada hari Kajeng Kliwon umumnya dipergunakan untuk berbuat ugig ( sejenis Pengeleakan, teluh, nerangjana dan sebagainya oleh orang yang mempelajari ataupun menekuni ilmu Pengeleakan.

Di Bali, ilmu penestian atau pengeleakan dihidupkan atau dilakukan pada waktu Rahinan Kajeng Kliwon, karena pada saat itu bangkitnya Para Bhuta Kala ( Bhebutan).

Anggapati yang menghuni tubuh manusia dan mahluk lainnya sebagai makanannya, maka dia boleh memangsa ataupun mengganggu manusia apabila keadaannya sedang melemah atau dikuasai oleh nafsu Angkara murka. 

Maka tidaklah mengherankan apabila ada orang yang gelap mata karena pada saat itu manusia dikuasai dan dikendalikan oleh Bhuta Kala.
Untuk menetralisir hal tersebut maka umat Hindu dianjurkan untuk membuat dan menghaturkan Banten Segehan/ Blabaran yg bertujuan untuk menetralisir kekuatan negatif tersebut.

***