Aja Were

Periode Upanisad (± 800 SM-600 SM)

Ketika itu, para Brahmana yang melakukan tapa brata samadhi merenung kembali dan mempelajari lebih jauh tentang isi veda dan tentang kehidupan di alam ini yang dalam evolusi agama Hindu di India dan budayanya disebutkan :
Mereka menemukan ilmu tentang keberadaan Brahman, atman, Punarbawa, Samsara dan Moksa (Panca Srada) ini. 
Hasil penemuan ini kemudian dikondifikasikan kedalam kitab yang kita kenal dengan sebutan Upanisad (upa berarti dekat, Ni berarti di bawah, dan sad berarti duduk)
  • Upacara kurban dan ritual mistik mulai berkurang namun ajaran moralaritas atau etika mulai meningkat. 
  • Dan kebanyakan orang percaya ini sebagai kendaraan untuk mencapai sorga alam swah loka
Para cendekiawan mulai penasaran melakukan penelitian kembali kitab suci Veda dan mengasilkan kitab-kitab Upanishad (Jnana Kanda) dan memproklamirkan bahwa sebuah kebebasan dari terang akal-budi bahwa ia mengetahui Tuhan, akan mencapai Tuhan dan ia sendiri adalah Tuhan. 
 Ajaran upanisad muncul berbagai penafsiran mendalam dari isi kitab suci catur veda. 
Sebagian besar kitab upanisad ini membahas hakikat tentang Brahman, Atman, hubungan antara Brahman dan Atman, hakikat maya, widya dan kelepasan

Dalam ajaran ini disebutkan bahwa segala yang ada bersumber dari satu asas sebagai realitas tertinggi (Brahman) Brahman adalah asas pertama dari alam semesta, prinsip tertinggi yang tanpa perubahan, sumber dari segala penciptaan, dan pengendali seluruh hukum alam (Rta). Hakikat Brahman dan Atman tidak berbeda, 
  • Brahman adalah asas kosmis, 
  • sedangkan Atman adalah asas hidup manusia. 
Oleh karena akikat Brahman sama dengan Atman maka sifat dari Atman adalah kekal dan abadi (Nitya) dia tidak pernah terlahir atau mati. 
Akan tetapi karena Atman bersatu dengan tubuh (asas materi) maka seolah-olah mengalami ia mengalami process kelahiran dan kematian berulang-ulang artinya, setelah orang meninggal maka Atma-nya akan berpindah kebadan yang lain, dan seterusnya. 
Ajaran kelahiran berulang-ulang ini dikenal dengan samsara atau punarbhawa
Dialam kitab upanisad dijelaskan bahwa setelah orang meninggal maka jiwanya akan pergi ke dunia nenek moyang melalui asap pembakaran. 

Perjalanan itu terjadi ketika matahari bergerak dari arah selatan ke utara (uttarayana). Didunia nenek moyang itulah perbuatan baik dan buruk dinikmati, setelah itu mereka akan menjelma kembali. 
  • Penjelmaan ini akan terjadi berulang-ulang sesui dengan hukum karma, sampai akhirnya Atma bersatu dengan Brahman atau Paramaatman. 
  • Keadaan bersatu ini yang disebut dengan Moksa
Jadi pada zaman upanisad ini ditafsirkan secara Jnana Kanda bahwa moksa itu tidak hanya dapat dicapai dengan upakara yadnya, etika, tapa brata, dan meditasi tetapi juga dengan pengetahuan mengenai Brahman (Brahma Widya). 

Oleh karena itu pada zaman ini tidak lagi hanya berkiblat keluar diri, ke alam semesta saja namun mencari Brahman dalam diri sendiri melalui kosentrasi.
***