Tahukah Anda ? *) Pencarian data

Penggunaan Pis Bolong sebagai Sarana Upacara Yadnya

Setiap upacara yadnya di Bali tidak bisa lepas dari keberadaan pis bolong atau uang kepeng yang dipergunakan sebagai sarana upacara agama dengan fungsi sebagai akah bebantenan seperti pada banten catur, bagya pula kerti, peras, penyeneng dll yang dengan menggunakan dekorasi pis bolong pada ornamen ornamen bebantenan :
  • Salang (Salang Cili, Salang Wakul, Tamiang, Kolem), 
  • Lamak (sebagai simbol pijakan dalam sebuah pusaran waktu)
  • Payung Pagut, 
  • Orti
  • pedagingan (isi, inti bangunan) disamping penggunaan pancadatu
  • sarana upakara ngaben seperti untuk ukur, sekarura, dan galeng atau bantal dll
Sarana bebantenan dengan menggunakan dekorasi pis bolong seperti tersebut diatas sebagaimana disebutkan dalam artikel Prof. Dr. Ir. Sulistyawati, MS sebagai pengaruh kebudayaan Tionghoa terhadap peradaban budaya bali.
Beliau juga menyebutkan bahwa fungsi yang lain dari pis bolong sebagai sesari bebantenan merupakan ungkapan terima kasih kepada Hyang Widhi atas anugrah-Nya. Dalam kawangen, bentuk bulat pipis bolong Tiongkok sebagai windu, sedangkan cili, bunga dan dedaunan/plawa merupakan lambang nada. Perlengkapan lain yang menjadi inti dari kawangen yaitu porosan silih asih (Widana, 1997: 72).
Selain sebagai sesari, pipis bolong juga sering dipakai praraga atau piodalan rambut sedana, dibuat dengan cara merajut sejumlah uang kepeng sedemikian rupa pakai benang (Sidemen, 2002: 154-155).

Dipakainya pipis bolong karena bahan material dasarnya dianggap mengandung unsur pancadatu yang dilakukan pertama kali oleh Rsi Markandheya yang sampai saat ini pancadatu digunakan dalam tiap pembangunan bangunan tempat suci (Widana, 1997: 245-246).

Pis bolong dalam bahasa Indonesia disebut uang kepeng, menurut Ardana (dalam Sulistyawati, ed., 2008) kemungkinan perubahan dari kata kupang yang dalam prasasti Sukawana A1 dari tahun 882 Masehi antara lain menyebutkan:

pasang gunung masaka 1 pra syaksana kupang 1 prabharu di tapa haji kupang 2
(R Goris, 53). 

Uang kepeng juga disebutkan dibedakan menjadi beberapa jenis misalnya:
  • pipis koci,
  • pipis jepun,
  • pipis jahe,
  • pipis selem,
  • pipis putih,
  • pipis kuning
Hal ini kemungkinan didasarkan atas bentuk, warna dan fungsinya. Selain itu juga dikenal pipis bulan, pipis Anoman, Arjuna, Malen dan lain-lainnya. 
***