Jepun

Jepun adalah bunga kamboja dalam Bahasa Balinya.

Dimana berdasarkan agama Hindu di Bali, kamboja memiliki filosofi, apabila dilihat dari proses berbunganya. Proses bunga yang terjadi pada sasih kapat (bulan purnama keempat), dipercaya sebagai bulan baik. 

Dan tak heran jika masyarakat Bali menganggap kamboja sebagai “sari alam”. 

Seperti halnya ditanam di areal atau natah halaman rumah :

Di pintu masuk Utama Mandala (merajan, sanggah) biasanya ditanami jepun petak (putih) dan sudamala (Plumeria rubra), yang mempunyai makna filosofi membersihkan dan memarisuda semua orang yang akan memasuki areal suci tersebut

Dan sebagaimana dijelaskan ciri, jenis, arti, dan filosofi bunga kamboja yang dikutip dalam salah satu artikel threebouquets.com dimana di berbagai negara belahan dunia, bunga kamboja disebutkan juga memiliki arti dan makna yang berbeda-beda. 
  • Seperti dalam agama Hindu, kamboja dapat diartikan sebagai dedikasi dan pengabdian. 
  • Sedangkan dalam agama Buddha, bunga ini berarti simbol keabadian. 
Hal ini juga karena bunga kamboja tidak cepat layu, meskipun pohonnya telah tumbang.

Ada fakta menarik lainnya, bunga ini dapat ditemukan pada kehidupan suku bangsa Maya Kuno yang digunakan sebagai lambang kehidupan dan kelahiran
Sedangkan di beberapa kebudayaan negara di dunia, seperti contohnya Hawaii, bunga ini memiliki makna melambangkan sesuatu yang positif.

Di beberapa daerah di India Selatan, bunga kamboja digunakan dalam pernikahan, bunga ini juga dikenakan pada rambut pengantin wanita. 

Dalam budaya Cina, bunga kamboja bisa berhubungan dengan cinta. Namun berbeda dengan di Vietnam, bunga ini digunakan untuk obat radang kulit dan sebagai penyembuh.

Dan sebagai tambahan :

  • Sesuai dengan Asta Dala, Dewa Iswara disimbolkan dengan bunga jepun atau kamboja petak (putih), cempaka putih.
  • Daun jepun yang sudah dicelupkan air panas, satu kuali, adalah perlengkapan gelar sanga dengan seluruh tetandingan gelar sanga ditretesi uyah areng.
  • Dll.

***