Tahukah Anda ? *) Pencarian data

Rta

Rta adalah hukum Tuhan yang bersifat abadi dalam hubungan manusia dan alam semesta ini yang dimaksudkan :
  • Apa yang ada pada alam semesta ini yang merupakan bhuwana agung itu sendiri, juga ada pada manusia, sehingga
  • Hukum-hukum yang berlaku pada alam semesta ini juga yang berlaku pada manusia.
Demikian dijelaskan sebagaimana yang dimaksudkan dalam sebuah Tantra yang menjadi pedoman dalam sraddha untuk keseimbangan hidup sebagai hukum Tuhan yang Bersifat abadi

Maka dari itu, pentingnya keseimbangan hidup di alam semesta ini menurut MindMeister dalam upaya-upaya penyeimbang hubungan Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit ini dapat dilakukan dengan berbagi cara seperti halnya :
  • Melaksanakan upacara Bhuta Yadnya. Melaksanakan pecaruan yang bermakna untuk mengkomunikasikan Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit.
  • Melaksanakan upacara Tumpek Pengatag yang bermakna sebagai pernyataan rasa terima kasih atas keseimbangan diciptakannya tumbuh-tumbuhan sebagai wujud penyeimbang Bhuwana Agung dan Bhuwana alit.
  • Melaksanakan upacara Tumpek Kandang yang bermakna sebagai pernyatan rasa terima kasih atas keseimbangan diciptakannya hewan/binatang yang merupakan pelengkap dari keseimbangan Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit.
Manusia juga merupakan bagian dari alam, maka secara langsung mereka juga dibelenggu oleh hukum alam. 
Hukum alam ini kemudian menurut Darwin, dalam hukum struggle for live nya, memaparkan bahwa siapa yang kuat (bertahan) survival dialah yang akan menang, dan bertahan. Disini sering kita sebut dengan proses seleksi alam.
Hukum alam ini bersifat mengatur gerak alam semesta, baik makrokosmos, maupun mikrokosmos. Dari skala pada tingkat mikro hingga makro. Benda-benda langit beredar dalam lintasannya menurut Rta.
Demikian pula gerakan-gerakan elektron di sekeliling inti dan hampir mirip gerakannya dengan gerakan planet, atau bintang sebagai anggota system tata surya. Hukum alam bersifat rahasia yang mesti disingkap dengan kemampuan akal budhi (idep) manusia. Pada perkembangan selanjutnya Rta berkembang menjadi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang saat ini lebih dikenal dengan sains untuk kemajuan hidup selanjutnya di dunia ini.
Ketika kita melakukan persembahan panca yadnya, vibrasi sattvam yang muncul dari persembahan tersebut juga akan menguraikan vibrasi unsur rajas-tamas di alam semesta ini yang dilambangkan dalam sebuah daksina sebagai Hukum Abadi Tuhan.

Hidup ini adalah pilihan, 
  • mau kemana dan jadi apa, 
  • diri kita sendirilah yang menentukan. 
Karena semua mahluk dan keseluruhan jagat raya ini diatur oleh hukum karma (karma phala) dan hukum rta sehingga :
  • Kalau tindakan kita sehari-hari penuh dengan hal-hal yang baik, maka hal-hal yang baik juga yang akan datang kepada kita, 
  • Kalau tindakan kita sehari-hari tidak baik, maka hal-hal yang tidak baik juga yang akan datang kepada kita. 
Tuhan telah menciptakan Rta sebagai pedoman atau norma untuk memelihara dan melindungi alam ini dengan konsep asih dan dharma sebagai pedoman untuk melakukan pengabdian pada sesama manusia yang dalam Kanda Pat Dewa juga disebutkan bahwa,
  • Oleh karena Hyang Widhi sesungguhnya ada dan beristana di hati manusia.  
  • Apabila kita mampu memahami keberadaan Hyang Widhi dalam diri kita maka kita pun mempunyai kesadaran yang sama dengan Hyang Widhi.
Dengan konsep asih, punia dan bhakti itulah umat manusia meraih sweca-nya Tuhan yang dilambangkan sebagai Padma Tiga di Pura Besakih.
***