Hukum Alam

Hukum Alam adalah hukum-hukum yang mengatur setiap gerak alam semesta ini baik makrokosmos, maupun mikrokosmos. 
Dari skala pada tingkat mikro hingga makro. Benda-benda langit beredar dalam lintasannya menurut Rta.
Demikian pula gerakan-gerakan elektron di sekeliling inti dan hampir mirip gerakannya dengan gerakan planet, atau bintang sebagai anggota system tata surya.
Hukum alam bersifat rahasia yang mesti disingkap dengan kemampuan akal budhi (idep) manusia. 
Pada perkembangan selanjutnya Rta berkembang menjadi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang saat ini lebih dikenal dengan sains untuk kemajuan hidup selanjutnya di dunia ini. 
Dan manusia juga merupakan bagian dari alam, maka secara langsung mereka juga dibelenggu oleh hukum alam.
Ibaratnya kita menanam padi di sawah, dalam menjaga keseimbangan hidup di alam ini, dikatakan dalam salah satu postingan di Group Hindu di Fb disebutkan bahwa hukum alam juga mengajarkan kita :
ada waktu menanam,
ada masa memelihara dan
ada waktu menuai.
Dan, sangatlah naif jika ada yang menanam ubi tapi mengharap panen padi.
Setiap karma adalah benih yang kita tanam, 
Bhakti adalah jalan merawat dan doa adalah pupuknya.
Orang yang berkerja tanpa rasa bhakti. Sama dengan orang yang menanam benih tanpa mau merawat benih yang ditanam. Dan tanpa doa tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik.
Tapi ingatlah bahwa kita tidak hanya memanen benih yang kita tanam, tapi semua benih yang ada dipekarangan kita, kita tidak hanya mencium aroma bunga dan buah yang kita miliki tetapi juga semua buah yang hidup disekitar kita. 
Selain berbuat kebaikan alangkah indahnya untuk hidup berdampingan dan saling mengingatkan.
Saat memelihara selain merawat tanaman kita juga harus bisa membasmi dan mengurangi tumbuhnya hama dan gulma. 
Berbakti adalah cara kita merawat benih karma yang kita miliki. 
Tapi berbhakti kepada kebatilan dan keserakahan akan menyebabkan benih kebaikan akan rusak dan hancur. Maka pilihlah kepada siapa anda akan berbhakti.
Doa adalah kata2 suci;
Iarat pupuk yang memberikan kesuburan, pertumbuhan dan bunga dan buah yang baik. 
Dan ketika kita melakukan persembahan panca yadnya, vibrasi sattvam yang muncul dari persembahan tersebut juga akan menguraikan vibrasi unsur rajas-tamas di alam semesta ini.
Dan sebagai tambahan, dalam Satyawedha dikatakan terdapat 12 hukum alam semesta yang meliputi :
  • Hukum daya tarik dan daya tolak yang dinamis (The Law of Bioelektromagnetik)
  • Hukum Kesatuan (The Law of Divine Oneness)
  • Hukum Getaran (The Law of Vibration)
  • Hukum Tindakan / Usaha (The Law of Action)
  • Hukum Pasangan (The Law of Correspondence)
  • Hukum Sebab dan Akibat (The Law of Cause and Effect)
  • Hukum Kompensasi (The Law of Compensation)
  • Hukum Transmutasi Energi yang Kekal (The Law of Perpetual Transmutation of Energy)
  • Hukum Relativitas (The Law of Relativity)
  • Hukum Polaritas (The Law of Polarity )
  • Hukum Irama (The Law of Rhythm)
  • Hukum Gender / Dualitas (The Law of Gender)
Rahasia alam semesta berkaitan dengan keberlimpahan hidup dan juga menjadi kunci bagi siapapun yang ingin mencapai keberlimpahan adalah “Hukum Alam Semesta”. 
  • Hukum sebagai aturan yang harus diikuti, dan siapa yang mengikuti aturan akan mendapatkan kemudahan setidaknya tidak mendapat masalah dan mendapat kelancaran. 
  • Sedangkan siapa yang melawan hukum akibatnya akan mendapat hukuman atau sangsi. 
Kemudahan atau kelancaran dalam kehidupan akan mendapatkan apa yang kita impikan, yaitu mudah meraih harapan sedangkan hukuman dalam kehidupan adalah kesusahan, masalah, penderitaan, kekecewaan, sakit dan berbagai hal buruk yang tidak menyenangkan.
***