Keluarga

Keluarga adalah jalinan kekerabatan yang bertujuan untuk dapat mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan.
Sebagai tempat dimana pikiran2 bertemu dan bersentuhan satu dengan yg lainnya .
Bila pikiran2 ini saling mencintai satu sama lain, rumah itu akan seindah taman bunga yg asri sebagai wujud dari keluarga yang sukhinah.

"Dan ketika merasa dicintai dan didukung oleh keluarga, anda juga akan dapat benar-benar menikmati sebuah kesuksesan."
Sehingga menurut Hindu Dharma, dalam keluarga inilah anak pertama-tama hendaknya mendapat didikan dan bimbingan sebagai pendidikan utama yang disebutkan dalam tri pusat pendidikan untuk nantinya bisa mengikuti arus globalisasi dalam masyarakat sebagai sosok yang lebih dewasa.
Berawal dari sebuah keluarga kecil, sesungguhnya untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga tersebut tidaklah disebutkan semata tanggung jawab ibu, istri atau suami saja, tapi kedua belah pihak berusaha mewujudkan hal tersebut dimana dalam sastra Rig Weda dijelaskan sebagai berikut : 
  • “Wahai suami istri, binalah keluhuran keluarga, bekerjalah keras untuk meningkatkan kesejahtraan hidupmu. semoga kemashuran dan kekayaan yang engkau peroleh memberikan kebahagiaan” (Rgveda V.28.3). 
  • “Wahai suami-istri, tekunlah dan tetaplah laksanakan kebajikan, hanya orang yang memiliki Sradha (keimanan) yang teguh akan sukses di dunia ini” (Atharvaveda VI.122.3).
Demikianlah disebutkan, kemuliaan seorang ibu/wanita dalam Hindu yang selalu memancarkan keceriaan sehingga seluruh rumah tangga pun berbahagia.

Dalam sistem kekerabatan di Bali, pada umumnya juga disebutkan sebagai berikut :
  • Sistem garis keturunan dan hubungan kekerabatan orang Bali seperti halnya :
    • Warang sebagai ikatan hubungan antara orang tua masing-masing keluarga setelah dilaksanakannya perkawinan terhadap anaknya
    • Masih tetap berpegang kepada prinsip sistem klen-klen (dadia; merajan) dan sistem kasta (catur wangsa).
    • Sistem Patriarki, ketika mempelai wanita meninggalkan rumahnya.
    • Tugelan, saudara kandung yang berasal dari ibu dan bapak kandung.
    • Mantu cager sebagai idaman keluarga.
  • Orang-orang se-klen di Bali itu, adalah orang orang yang setingkat kedudukannya dalam adat dan agama, dan demikian juga dalam kasta, sehingga dengan berusaha untuk kawin dalam batas klennya.
  • Masyarakat Bali Hindu memang terbagi ke dalam pelapisan sosial yang dipengaruhi oleh sistem nilai yang tiga, yaitu utama, madya dan nista.
  • Sistem Penamaan Keluarga Bali: Sistem penamaan keluarga Bali didasarkan pada kasta.
  • Bahasa Bali | Bahasa Bali termasuk keluarga bahasa Indonesia. Dilihat dari sudut perbendaharaan kata dan strukturnya.....
  • Sistem Sosial Budaya Masyarakat Bali: Kehidupan sosial budaya masyarakat Bali sehari-hari hampir smuanya dipengaruhi oleh keyakinan mereka kepada agama Hindu Darma yang mereka anut. Oleh karena itu studi tentang masyarakat dan kebudayaan Bali tidak bisa dilepaskan dari pengaruh sistem religi Hindu.
  • Pola perkampungan / pemukiman di desa-desa ini bersifat memusat dengan kedudukan desa adat amat penting dan sentral dalam berbagai segi kehidupan warga desa.
  • Sistem Kemasyarakatan,  
    • Banjar mengatur hal” yg bersifat keagamaan,adat & masyarakat lainnya. 
    • Desa dinas sebagai wilayah administratif. 
  • Sistem perekonomian dalam pertanian didukung oleh sekeha / anggota subak yang terlepas dari sistem banjar.
  • Dalam kehidupan berkomuniti juga dalam masyarakat Bali masih dikenal sistem gotong royong, misalnya :
    • Dalam rangka suatu upacara odalan
    • Kerja bhakti (ngayah) untuk keperluan agama, masyarakat maupun pemerintah.
  • Buda Kliwon Ugu disebutkan hari yang sangat baik memohon keselamatan diri dan keluarga.
  • Dan di saat odalan di Pura Panti dan Dadia masing-masing, semua warga dan sanak keluarga berkumpul saling melepas rindu karena bertempat tinggal jauh dan jarang bertemu namun merasa dekat di hati karena masih dalam satu garis keturunan.
***