Aja Were

Mantu

Mantu adalah dia yang datang ke rumah mertua dengan meninggalkan orangtuanya, merajan / sanggahnya untuk ngayah dirumah mertua.
Disebut calon mantu cager adalah mereka yang menjadi dambaan setiap keluarga.
Dan bagaimana berhubungan baik dengan mertua ?

Dalam Nusa Bali disebutkan bahwa :
Tantangan terbesar dalam kehidupan pernikahan (pawiwahan) yaitu menjalin hubungan dengan mertua. Apalagi bagi menantu perempuan, sulit rasanya membina hubungan baik dengan ibu mertua.
Menurut penelitian, dari sekitar 60 persen pernikahan para menantu memiliki ketegangan hubungan dengan ibu mertua, baik menantu perempuan dengan ibu dari suaminya, atau menantu pria dengan ibu dari istrinya. 
Campur tangan ibu mertua seringkali menjadi penyebab dari ketegangan tersebut. Tapi jika memiliki sikap positif dan menunjukkan rasa hormat kepada ibu mertua, umumnya hubungan tersebut akan membaik.
Dalam Hindu juga disebutkan menantu adalah seorang perempuan yang lemah namun mereka datang tidak hanya memberikan anak untuk suami juga memberikan cucu untuk mertua.
Dan menantu tidak hanya ngayah pada suami,ipar,juga ngayah pada mertua.
Dengan demikian, dikatakan : 
    • Jangan hina dia karena keadaan yang dia bawa dari rumahnya.
    • Jangan sakiti hatinya dengan merendahkan orangtuanya yang sudah dia tinggalkan..
Karena semua itu sejatinya bukan keinginannya dia datang sebagai menantu.

Bukan karena memaksa dia hadir sebagai menantu dan janganlah pernah membenci seorang menantu sebab pada saatnya nanti justru menantu yang akan merawatmu dengan tulus kelak.

Dia yang datang karena sudah ditakdirkan dan digariskan Tuhan.
Jadi jangan menodai takdir Tuhan..hargai perempuan yang telah menjadi menantu,,
Istri dan menantu adalah perempuan dari keluarga yang berbeda yang tidak ada hubungan darah denganmu.
Mereka bahu membahu memberikan sdkit cahaya dirumahmu, merelakan segalanya untuk anak cucu dan keturunanmu. 
Sebab istri, menantu dan cucu"mu bukan seperti cerita malin kundang yang setiap saat bisa kau kutuk hanya karena tidak menuruti satu keinginanmu.
Ingatlah, kau masih memiliki anak perempuan yang tidak pernah kau tahu bagaimana takdirnya nanti.
Jangan pernah menyebut istri dan menantumu binatang karena mereka adalah ibu dari anak"mu, ibu dari cucu"mu.
Percayalah, suatu hari nanti mereka yang kau hina,sakiti fisik dan perasaannya bisa menjadi MAHAKALI untukmu.
***