Aja Were

Praktek Keagamaan

Praktek Keagamaan adalah pelaksanaan upacara yadnya yang wajib dilakukan oleh umat manusia.

Karena menurut Hindu Dharma;
Membaca dan menghapal isi kitab suci tidak secara otomatis membuat kita menjadi orang suci

Tetua Bali yang telah wikan (bijaksana) telah menyadari hal ini sepenuhnya, makanya tetua Bali lebih menekankan ke pretisentanenya pada aspek laku spiritual atau praktek keagamaan yang disisipkan melalui berbagai macam seni dan budaya Bali. 

Tetua Bali telah menyadari sepenuhnya bahwa semua isi kitab suci harus dibuktikan kebenarannya dengan cara dipraktekan langsung, itulah salah satu aspek dari Pratyaksa Pramana oleh orang - orang yang telah mencapai kesucian yang tinggi.
Suatu keadaan yang dikatakan dapat menyebabkan ketenangan dan keharmonisan" sehingga dalam praktek keagamaan dapat menciptakan suasana spiritual yang suci.
Sejatinya dikatakan bahwa agama ibarat langit suci yang teduh dan melindungi kehidupan.
Dan hendaknya, masyarakat harus kembali kepada basic value atau basic principle yang merupakan nilai-nilai dasar dalam kehidupan. 
Kadangkala dalam satu hal kita ingin mempunyai satu kehidupan yang bebas stres seperti dikutip dalam pencarian Hindu terhadap Tuhan sebagaimana disebutkan PD KMHDI Jawa Barat yang sebagaimana disebutkan bahwa :
Cara hidup Hindu membantu upaya itu. 
Mereka yang mengikuti agama Hindu umumnya tenang hatinya dan mereka mengekspresikan ketenangan itu dalam kehidupan sehari-hari mereka. 
Mereka tidak berteriak atau ngomel-ngomel ketika makan malam mereka tidak dilayani pada waktunya atau bila mereka terjebak dalam kemacetan jalan atau bila mereka baru saja kehilangan pekerjaan. 
Sekali waktu mereka juga marah, tapi keadaan pikiran itu hanya bersifat sementara. 
Seperti telah kukatakan padamu sebelumnya, adalah mudah sekali untuk mengikuti agama Hindu, karena agama Hindu percaya bahwa kebodohan adalah akar dari semua kejahatan dan pengetahuan yang benar adalah jawaban dari semua masalah. 
Pertama-tama, cobalah untuk memahami kebenaran itu, dan kemudian coba untuk mempraktekan dan mengejawantahkan kebenaran itu.
Jadi sebagian besar pemeluk agama Hindu tidak mencoba menjadi para Guru atau pertapa atau philsuf. 
Kita hanya berupaya untuk hidup tanpa tekanan, hidup yang damai. 
Bila keadaan itu bisa dicapai, maka seseorang sungguh-sungguh berhasil dengan studinya tentang agama Hindu. 
Cara-cara yang dijelaskan sangat sederhana, dan siapapun dapat mempraktekkannya. 
Seperti halnya dalam melaksanakan sembahyang yang bermanfaat untuk dapat menentramkan jiwa dan menimbulkan rasa raksanam.

Dalam sebuah kutipan Hindu di Fb dikatakan pula bahwa seseorang pernah berkata :
"Hanya orang yg lemah yg butuh agama, 
Orang spiritual hanya butuh Tuhan bukan agama"
Sepintas omongan ini sangat angkuh dirasa tapi ketika saya pikir2 lagi ternyata ada benarnya juga

Utk mengenali Tuhan/mendekatkan diri/menyatu dengan Tuhan (moksa) kita tdk harus masuk ke dalam ranah agama, 
karena inti sari dari semua agama itu sama utk kebaikan, kesadaran diri, kesadaran akan tujuan hidup dan Tuhan.
Agama cuma alat pengingat agar manusia tidak kehilangan jati diri kemanusiaannya,
Spiritualitas adalah unsur utama yang harus ada untuk tetap menjaga nilai dan karakter kemanusiaan dalam diri setiap manusia,
Ironisnya, agama saat ini justru digunakan oleh mereka yg sudah kehilangan kemanusiaan dalam dirinya untuk memusnahkan spiritualitas dalam diri setiap orang melalui doktrin dan dogma atas nama agama.

Jangan sampai aktifitas agama membuat kita lupa dengan tujuan inti dari agama.
"Karena dkatakan bahwa sebelum agama2 masuk ke Nusantara, leluhur nusantara sudah mengenali Tuhan dengan jalan spiritual"
***