Aja Were

Jati Diri

Jati Diri adalah kepribadian sejati sebagai ciri khas dan identitas kebanggaan diri.

Dalam transformasi budaya dewasa ini, terkadang manusia tidak mengenali dirinya sendiri. 
Bahkan, ada juga manusia yang terombang-ambing dengan pencarian jati diri yang tidak kenal ujungnya sehingga proses berpikir serta bertindak tidak matang atau tidak rasional sama sekali;

Sehingga dengan adanya proses yadnya seperti halnya pelaksanaan munggah deha diharapkan dapat digunakan sebagai proses pengenalan diri sendiri dapat dilakukan melalui perenungan ataupun dibantu dengan orang lain.

Dengan demikian dalam Research Gate untuk menghadapi era globalisasi ini disebutkan bahwa local genius sebagai mutiara-mutiara terselubung yang sangat perlu diungkap kembali, supaya kita tidak kehilangan jatidiri, milik kita yang sangat berharga untuk dimanfaatkan dan dikumandangkan keseluruh mancanegara, 
"These are our spesific indentity and the most splendid thing as a national pride of our beautiful country….. …Indonesia" 
Tampaknya tidak dapat diingkari dan dihindari pengaruh budaya dari luar yang begitu besar serta pengaruh ini selalu ada, baik sisi positif dan maupun sisi negatif yang ditimbulkan. 

Tapi sayangnya justru pengaruh yang negatif inilah yang lebih muda ditiru oleh khususnya anak-anak muda, misalnya kesenangan memakai celana jean yang kedua lututnya robek, yang digunakan pada keadaan dan tempat yang tidak sepatutnya; rambut disemir supaya kelihatan seperti tampang orang Barat. 

Semua ini menunjukkan betapa pengaruh Barat yang pada sisi jelek justru mudah menjalar dikalangan kaum muda, khususnya sebagai penerus bangsa. 
Kalau hal ini dibiarkan begitu saja maka pengaruh yang tidak sesuai dengan yang kita butuhkan ini akan merasuk terus pada para generasi muda, sampai ke masalah pola pikirnya (way of thinking) maupun cita rasanya (sense of taste).

Untuk itu perlu disikapi secepatnya dengan menggali dan mengenalkan produk unggulan yang pernah diraih oleh para leluhur kita dalam bentuk karya seni puncak yaitu karya seni adhi luhung. 

Karya seni adhi luhung ini tercipta dinafasi oleh adanya local genius, yaitu kepandaian orang-orang setempat dalam menerima pengaruh dari luar, untuk kemudian dimanipulasi menjadi hal-hal yang lebih baik, lebih berguna dan lebih serasi diterapkan dilingkungannya sendiri dan bagi dirinya sendiri. 

Kehadiran local genius ini tidak bisa lepas dari basic instinct (naluri alamiah) yang masih murni yang dimiliki oleh para seniman lokal dalam proses penciptaan karya seni. 

Untuk ini marilah terutama bagi kalagan muda sama-sama menggalakkan kembali local genius atau kearifan lokal ini, supaya kita tidak kehilangan jatidiri, baik bersifat pribadi, kesukuan, maupun yang bersifat nasional; 
Sehingga kita juga punya kebanggaan nasional (national pride) ditengah-tengah multi majemuknya kebanggaan bangsa-bangsa di dunia.
***