Kebenaran

Kebenaran adalah segala sesuatu yang selaras, serasi, dan sejalan antara apa yang diyakini dalam pikiran;
Sesuai dengan apa yang yang terjadi dan menjadi kenyataan yang telah dibuktikan.
Seperti dalam halnya menyimak kisah para panca pandawa dalam menegakkan kebenaran dengan lima landasan dasarnya yaitu :

  • Pengetahuan, sebagai cahaya kehidupan.
  • Cinta, ibaratnya cahaya matahari yang menyinari dunia ini.
  • Keadilan
  • Pengabdian
  • Kesabaranagar tetap memiliki kemuliaan.

Dalam Brihadaranyaka Upanisad II.4.12 disebutkan bahwa :
Ibarat sejumput garam dimasukan dalam air kemudian larut dan tidak dapat diambil kembali, tetapi bila dicicipi terasa asin, demikianlah para sahabat kebenaran sejati merupakan ilmu pengetahuan suci. 
Terlahir dari unsur-unsur jasmaniah, kembali ke asal mula, demikianlah setelah tercapainya pencerahan ilmu-ilmu pengetahuan kembali tanpa identitas lagi.
Menurut Academia, Pengertian Kebenaran berasal dari kata dasar benar yang dalam bahasa Inggris truth.
Dan menurut KBBI, kata benar memiliki beberapa pengertian, yakni:
  • Sesuai dengan sebagaimana adanya.
  • Tidak berat sebelah; adil.
  • Lurus (hati).
  • Dapat dipercaya (cocok dengan keadaan yang sesungguhnya); tidak bohong.
  • Sah: keputusannya.
  • Sangat; sekali; sungguh.
Dari beberapa pengertian singkat tersebut bisa disimpulkan bahwa kebenaran sendiri merujuk pada kesesuian tentang sesuatu. 
Kesesuaian tersebut adalah kesesuaian ketika apa yang diyakini benar dalam pikiran, terbukti sama dengan apa yang menjadi kenyataan dilapangan. 
Demikian halnya dalam Hindu Dharma yang sebagaimana dikatakan bahwa melaksanakan dharma juga nerupakan kebenaran absolut yang mengarahkan manusia untuk dapat memiliki budi pekerti yang luhur sesuai dengan ajaran agama yang menjadi dasar hidup.

Ada motivasi untuk membelajarkan diri seperti halnya diceritakan dalam kisah nasib pemangku yang tak seputih pakaiannya yang sebagaimana diceritakan :
Di rumah saya memiliki pemangku desa yang tugasnya muput di kahyangan tiga, umurnya sudah uzur, selalu tersenyum dan gembira. 
Suatu kali saya tanya apa filosofi yang dianut selama menjadi pemangku. 
Jawabannya pendek, hanya tiga kata, yaitu ngayah, ngayah dan ngayah. 
Dengan diberi tugas ngayah saja sudah senang, imbalan tidak penting. 
Odalan adalah perayaan, dan mereka merayakan sebagai sebuah tugas suci. 
Apakah ada cibiran selama jadi pemangku, ”ah… pasti ada, cuma ingat, batu biasanya dilemparkan ke pohon-pohon yang berbuah lebat. 
Layaknya buah masak di pohon, semua orang menginginkan itu. 
Apa lagi orang seperti saya, sederhana, tetapi banyak juga orang mulia menghadapi cobaan dan kesulitan berat.
Namun, bila seseorang benar-benar melaksanakan kebenaran, tak satupun orang dapat mengoyahkannya. Biarkan beberapa orang melawan kebenaran, mereka tidak akan pernah menang.
Oleh karena itu, lakukanlah dengan sungguh-sungguh kebenaran itu, apapun yang mungkin datang kepada kita, seorang yang berpegang kepada kebenaran akan diliputi oleh kemenangan. 
Oleh sebab itu, jangan pernah meninggalkan dharma kebenaran.
***