Tahukah Anda ? Yasa kerti lan bhakti... memargi antuk manah suci.

Terciptanya Mahluk Hidup Sarwa Prani

Terciptanya Mahluk Hidup (atau sarwa prani) adalah bersumber dari pertemuan antara dua zat yaitu jiwa yang menghidupi dan unsur material yang terbentuk dari panca maha bhuta sebagai unsur pembentuk sarira kohsa badan materialnya.
  • Purusha sebagai kekuatan yang menghidupi seperti adanya roh, atman, jiwatman dll.
  • Prakerti atau pradana sebagai unsur kekuatan pembentuk dari sarira kosha yaitu badan material.
Dan sesuai dengan hukum Rta dalam keabadian Tuhan;
Berpadunya unsur ini menjadi kekuatan purusa pradana maka kemudian terciptalah cita, budi, manah, ahangkara dll sebagai pembentuk mahluk hidup yang menjadi ciptaan Tuhan, Ida Sanghyang Widhi Wasa.
Dalam Brahman dan riwayat singkat alam semesta ini disebutkan bahwa :
Prakriti yang sudah bermanifestasi menjadi 24 asas dasar, kemudian seolah-olah “terpecah-belah” menjadi berbagai fenomena di alam materi termasuk mahluk hidup. 
Setiap mahluk hidup terdiri dari Purusha dan Prakriti. Purusha [realitas absolut, kesadaran murni] yang terbelenggu Prakriti menjadi penyebab adanya mahluk hidup. 
Dari pertemuan citta, buddhi, manas, ahamkara, panca jnana indriya dan panca karma indriya terciptalah sukhsma sarira [badan astral]. 
Dari pertemuan sukhsma sarira dan panca mahabhuta, terciptalah sthula sarira [badan fisik]. Inilah mahluk hidup.
Purusha [atman] telah terselubungi dan terbelenggu sedemikian rupa oleh berbagai produk-produk Prakriti. 
Akibatnya kesadaran atman merosot jatuh secara total. Jivatman terkecoh, mengira dirinya adalah pikiran [manas], ahamkara [ke-aku-an] dan sthula sarira [badan fisik] belaka. Jivatman sudah melupakan siapa dirinya yang sejati.
Setiap kejadian material [fisik] dan energi adalah perwujudan dari dinamika Prakriti [fenomena alam materi], termasuk yang terjadi pada setiap lapisan tubuh [kosha] kita -lapisan badan dan lapisan pikiran-. 
Sehingga kemudian semua evolusi [perkembangan] materi macrocosmic [alam semesta] dan microcosmic [mahluk] dipengaruhi oleh tiga sifat tri guna sebagai dasar prakriti ini. Tri guna mempengaruhi mahluk sebagai berikut :
  1. Sattvam - kehalusan, keindahan, kebaikan, penerangan, cahaya dan kebahagiaan sejati.
  2. Rajas - aktivitas / kegiatan, motifasi, dinamika dan kesengsaraan.
  3. Tamas – kelambanan, kemalasan [keengganan] dan kebuntuan.
Walaupun sejatinya eksistensi setiap mahluk hidup sejatinya adalah Purusha [kesadaran murni] yang tidak terbatas, tidak terpikirkan dan tidak terpengaruh oleh tubuh. Tapi atman terbelenggu oleh prakriti. 

Eksistensi mahluk hidup atau bhuwana alit "sang aku" mengalami pembebasan [moksha] ketika bisa "sadar" akan identitas diri yang sejati.
Akan tetapi selama kesadaran atman tidak muncul, maka dia akan tetap terbelenggu oleh Prakriti. 
Tugas ini disebutkan sangatlah berat; 
Karena jivatman sudah melewati berjuta-juta kelahiran, dimana pada periode tersebut jivatman terus-menerus melekat pada Prakriti, melekat erat pada pikiran [manas], ahamkara [ke-aku-an] dan sthula sarira [badan fisik]. 
Bahkan ada jivatman yang makin terperosok dan makin terbelenggu prakriti, sehingga lahir di alam ashura [alam para mahluk bawah atau bhuta kala].
Dan sebagai tambahan dalam urutan terciptannya mahluk hidup di alam ini;
Dikatakan bahwa yang paling awal diciptakan di alam ini disebut dengan swatara yaitu mulai dari mahluk hidup yang tidak bergerak sampai dengan adanya manusia sampai sekarang ini.
***