Tahukah Anda ? *) Pencarian data

Brahma Widya

Brahma Widya adalah pengetahuan tentang kesejatian Tuhan (Brahman/Ida Sang Hyang Widhi Waça) dalam segala aspek-Nya yang dalam pengantar agama Hindu, Brahma Widya disebutkan pemujaanNya dilakukan dengan dua model, yakni:
  • Trancendental, Nirguna Brahman (Impersonal God)
    • Sang Hyang Widhi Waça dipuja/dihayati dalam posisi “acintya rūpa”
  • Immanen, Saguna Brahman (Personal God).
    • Sang Hyang Widhi Waça dipuja/dihayati dalam posisi berwujud sehingga dapat dijangkau oleh rasa atau daya pikir manusia.
Sebagai ajaran ketuhanan (theology) dalam agama Hindu. Dalam Brahma Widyā dibahas tentang Tuhan Yang Maha Esa, ciptaanNya, termasuk manusia dan alam semesta

Pada zaman dahulu dalam kisah pertarungan Dewa indra dengan Asura Writa diceritakan :
Indra dan para dewa pun tertegun mendengar kata-kata Writra yang nampak menguasai Brahmawidya, pengetahuan keilahian dan mempraktikkannya dengan tanpa rasa takut. 
Indra dan para dewa kembali mendengar ucapan Writra, 
“Bagiku, aku ingin menempatkan pikiranku pada Narayana, dan manakala aku dibunuh aku akan melepaskan tubuh yang hanya merupakan suatu perbudakan.
Aku akan mencapai apa yang para yogi mencapainya melalui tapa mereka. 
Tuhan manakala mencintai para bhaktanya, 
Dia tidak akan memberi kekayaan dari tiga dunia kepadanya. Ia mengetahui bahwa kekayaan adalah penyebab kebencian, ketakutan dan sakit mental, keangkuhan, pertengkaran dan ketidakbahagiaan. Tuhan memberi kebebasan kepada para bhaktanya. 
Kesadaran seperti itu jarang dimiliki oleh seorang yang kaya.”
Dalam keadaan bertempur dan siap menghadapi kematian pun Writra tetap berbagi kesadaran kepada anak buah dan musuh-musuhnya. 

Writra berdoa, 
“Tuhan, buat aku menjadi pembantu dari pembantu-Mu. Buatlah pikiranku hanya terfokus kepada-Mu. Biarkan nyanyianku bersama suaraku hanya untuk memuji kebesaran-Mu. Biarkan tubuhku melaksanakan kehendak-Mu. Aku hanya ingin Kamu. 
Tidak ada sepercik keinginanku untuk menjadi Brahma atau Dhruwa. Aku tidak ingin menjadi raja di tiga dunia. Aku tidak ingin moksha. Aku tidak ingin keterampilan yoga 
Tuhan aku merindukan kamu seperti anak burung merindukan induknya. Aku ditangkap dalam pusaran yang disebut kelahiran. Tolong berikan aku kebebasan.  
Beri aku kesempatan untuk mencintai bhakta-Mu, karena itu adalah jalan yang pasti untuk mencapai-Mu.  
Oleh karena selubung maya yang Kau lemparkan kepadaku, aku terikat kasih sayang dengan tubuhku, istriku, anak-anakku, rumahku dan kepemilikanku yang lain.  
Tolong tarik selubung ini dan bantu aku mematahkan keterikatanku pada dunia ini!”
Indra dan Writra bertempur dan salah satu tangan Writra yang memegang Trisula terpotong. Dengan tangan lainnya Writra memukul dengan tongkat besinya yang membuat Gajah Airawata kaget dan wajra Indra terlepas. 

Malu pada dirinya, Indra tidak segera mengambil wajranya. Writra berkata, 
“Indra kenapa kamu ragu? Pungutlah wajramu!” Kemenangan dan kekalahan, Indra, sehari-hari terjadi dalam kehidupan seseorang.  
Orang tidak bisa menang selamanya. Semua ada di tangan Tuhan yang mengendalikan dunia.  
Orang bodoh tidak mengetahui kebenaran dan menganggap badan adalah akhir dan tujuan eksistensi kita.  
Indra, tanganku telah kau potong, akan tetapi permainan ini belum berakhir, tidak ada yang pasti, semuanya hanya merupakan spekulasi. 
Semua tergantung pada dawai-dawai yang digerakkan oleh Yang Maha Kuasa.  
Mari kita lepaskan dari hasil akhir, atau pengakuan para dewa. Mari kita menjalankan tugas kita untuk bertempur. Mari kita teruskan pertarungan.”
Indra berkata, 
“Aku kagum akan pada keagunganmu. Pikiranmu jauh dari hal-hal duniawi.
Kamu adalah seorang siddha, kamu sudah melampaui maya yang memperdaya semua manusia.
Kamu tidak mempunyai sifat asurika apa pun dalam dirimu.
Kamu adalah orang satwik murni tidak seperti asura yang mengedepankan sifat rajas.
Pikiranmu telah hilang di dalam Tuhan.
Aku memberikan hormat pada keagunganmu.”
Sumber ajaran Brahma Widyā ini sebagaimana dijelaskan widya wahana dalam konsep ketuhanan agama Hindu disebutkan adalah bersumber kitab suci Veda
  • Dari Vedalah disebutkan semua ajaran Hindu mengalir. 
  • Semua ajaran bernafaskan Veda, 
Walaupun sering dalam penampilannya berbeda-beda. Semangat Veda meresapi seluruh ajaran Hindu. 
  • Ia laksana mata air yang mengalir terus melalui sungai-sungai yang panjang sepanjang abad, melalui daerah-daerah yang amat luas. 
  • Karena panjangnya masa, luasnya daerah yang dilaluinya, wajahnya dapat berubah namun intinya selalu sama di mana-mana. 
Pesan-pesan yang disampaikan adalah kebenaran abadi, Sanatana Dharma. Ia berlaku 
  • di manapun,
  • dan kapanpun juga.
Sehingga pemahaman tentang Tuhan itu sangatlah penting dan perlu yang sebagaimana juga dijelaskan Theology Hindu Brahma Vidya dalam berbagi ilmu dan pengalaman disebutkan bahwa,
Dengan mengenal Tuhan secara tepat dan baik.

Dapat mengantarkan kepada jalan kesempurnaan sampai kepada moksa sebagai tujuan hidup untuk mencapai kebahagiaan abadi.
***