Aja Were

Pantheisme

Pantheisme adalah konsepsi ketuhanan yang menyatakan bahwa jiwa yang terdapat pada setiap mahluk pada akhirnya akan kembali menyatu kepada Tuhan sebagai sang pencipta (manunggaling kawula lan Gusti). 

Selain itu, dalam pengantar Brahma Widya disebutkan bahwa :
Tuhan juga mengambil perwujudan dalam berbagai bentuk duniawi, bukan saja sebagai manusia, tetapi juga sebagai manusia setengah binatang, sebagai binatang, bahkan sebagai tumbuh-tumbuhan.

Ada tiga macam perwujudan umum yang dipakai oleh Tuhan, seperti:
  • Anthrophomorphes; Tuhan mengambil wujud sebagai manusia super, yakni manusia dengan berbagai kelebihan/keistimewaan, seperti: sangat sakti, dapat memurti, melakukan hal-hal diluar kemampuan manusia biasa, dsb.
  • Semi Anthrophomorphes; Tuhan mengambil wujud setengah atau sebagian manusia sebagian binatang, seperti: Narasimha, Gane├ža, dsb.
  • Unanthrophomorphes; Tuhan mengambil wujud penuh sebagai binatang atau sebagai tumbuh-tumbuhan, seperti: Kurma Awatara, Matsya Awatara, Soma, dsb.
Cara memahami bagaimana Tuhan itu, sangatlah memiliki kesubjektifan tersediri antara masing-masing penganut suatu agama seperti disebutkan dharmanya tanpa batas;

Begitupun keberagaman pemahaman keTuhanan dalam Hindu bukanlah suatu permasalahan. 

Seperti yang disebutkan oleh R.C.Zaehner bahwa dalam agama Hindu tidak terdapat suatu pengekangan, 
dan oleh karenanya, Hinduisme seperti mengajar kita dalam tradisi tunggalnya, bahwa banyak ragam mistisisme yang dapat kita kumpulkan dari penampakan-penampakan yang harus diinterpretasikan melawan teologi dogmatis yang terberi. 

Pengalaman mistik yang beragam itu tentunya diinterpretasikan secara beragam, begitu juga tradisi Hindu itu sendiri.

Seperti halnya paham Pantheisme ini sebagai suatu paham yang menyebutkan semua adalah Tuhan dan Tuhan adalah semua. 

Jadi pantheisme menyebutkan bagaimana kita bisa sejajar dan sejalan dengan alam sekitar serta bagaimana mahluk-mahluk dari ciptaanNya. 
Karena di sana pun ada Tuhan. 

Di dalam Hindu hal ini berhubungan dengan filsafat Wyapi Wyapaka, Tat Twam Asi, atau pun Aham Brahman Asmi.
artinya “Semua dalam Tuhan”. 
Tuhan masih dipandang sebagai pencipta yang maha kuasa dan hakim personal, tetapi dia tidak lagi secara keseluruhan terpisah dari ciptaannya. 

Bagian dari dirinya mengatasi ruang dan waktu, jadi dia lebih besar dari Alam Semesta dan mendahuluinya. 

Tapi pada saat yang sama ia hadir dalam seluruh semesta bhuwana agung ini, dalam setiap atom dan setiap mahluk hidup.
***