Aja Were

Nabi

Nabi adalah gelar sebutan bagi seorang pemimpin umat agama atau suku tertentu yang memiliki kisah-kisah heroik dalam setiap peradaban manusia.

Diceritakan pada zaman dahulu ketika hari minggu;

Mendengar pertanyaan tentang Salivahara, Isha putra berkata, 'Wahai raja, ketika penghancuran kebenaran terjadi, saya, Nabi Stilla, datang ke negara yang terdegradasi ini dimana tidak ada peraturan dan ketertiban.

Menemukan kondisi orang-orang barbar yang tidak beragama yang menyebar dari Mleccha-Desha, saya telah menyampaikan kenabian '.

Demikianlah diceritakan dan seorang nabi dalam catatan wikipedia disebutkan adalah manusia yang memperoleh wahyu dari Tuhan tentang agama dan misinya.

Sehingga dalam perbedan antara maharsi, awatara & nabi dapat dilihat bahwa seorang nabi memegang kekuasaan tertinggi dalam sebuah agama.

Seperti halnya :

      • Dalam manuskrip Sayar Ul Oku disebutkan berisi karya pendahulu Nabi Muhammad yaitu 2000 tahun.
      • Dalam agama semitik, tradisi bangsa Semit sendiri sering dibahasakan oleh para tokoh agama pasca meninggalnya para Nabi yang menjadi tradisi sakral.
      • Dll
DAN SIAPA NABI AGAMA HINDU ?

Walaupun Hindu tidak punya Nabi, tapi Hindu punya banyak Maharsi

Maharsi bukan Nabi.

Namun para Rsi itu disebut Wipra, yaitu orang yang arif bijaksana. Orang yang ahli dan pandai.

Hindu tidak mengenal Nabi, apalagi Nabi Terakhir, Oh Tidak!

Rsi adalah seorang spiritualis, yang berbeda jauh dengan Nabi.

Hindu memang tidak memiliki tokoh sentral seperti Nabi dan itulah yang membedakan dengan keyakinan lainnya. 

Kenapa demikian? 

Begini :

Kebijakan alam semesta tidak akan dapat terserap hanya oleh satu orang dalam kurun waktu yang terbatas (dalam batas umur manusia), karena selalu akan ada hal yang baru muncul karena belum di ungkapkan. 

Itu sebenarnya sudah immanen dalam semesta, baru akan muncul pada periode berikutnya.


Maha Rsi akan muncul pada berbagai periode. 

Dengan kebijaksanaan yang agung itulah mereka (The Great Sage) menemukan esensi kebijaksanaan semesta deep-contemplation, anubhawa, sehingga kitab-kitab suci Sanatana Dharma BEBAS dari kalimat-kalimat KEKERASAN.

Sifat lain dari the great sage yaitu tidak mau di kultuskan karena kultus adalah pemeliharaan terhadap ego yang sudah tidak ada pada mereka. 

Kultus melahirkan fanatisme sempit.
Artinya, 
Hindu mengenal banyak Maha Rsi yang menerima kebijakan Weda dalam banyak periode sebagai akibat anubhawa dimana egonya sudah terkikis.
OM Shanti.
***