Mulut

Mulut adalah cangkem dalam Bahasa Bali halusnya.

Dan manusia diberikan bibir disebutkan agar selalu dapat berkata yang benar (wacika).

Berucap dan selalu berbicara yang sopan disebutkan sebagai cerminan sikap anak yang baik.

Guna Santi artinya anak yang pintar dan tidak kekurangan sandang pangan; 
Dan jika ada kadengan terletak di bibir bagian bawah artinya baik budi nya dan di senangi banyak orang.

Dalam Sarasamuscaya disebutkan hendaknya jika masih menginginkan surga, alam swah loka disebutkan :
Makanlah makanan yang menyehatkan,
Jangan berfoya-foya,
Dan jangan mabuk-mabukkan

Karena mabuk, meboye dll dikatakan sebagai penyebab kegelapan pikiran awidya yang dapat berpengaruh pada prilaku ashuba karma manusia.
Seperti halnya sifat megata sebagai salah satu bagian dari dasa mala yang perlu diruwat karena tidak baik seseorang disebutkan lain di mulut dan lain di hati.

Dan adapun beberapa istilah sebutan bungut yang diucapkan sama artinya kita menyebut mulut binatang (beburon);

  • Bungut buaya =  mulut buaya.
  • Bungut siap = mulut ayam
  • Bungut macan = mulut harimau.
  • Lutung kesarung = cerita dari mulut ke mulut.

Ada pepatah menyebutkan, manusia sejati itu akan selalu berbicara kebenaran

Ibaratnya seekor harimau, walau mulutnya terluka
Mereka tidak akan mau memakan rumput.
Karena mereka tahu makanan apa yang boleh dimakannya.

Dan kejarlah kebenaran walau kemana kau dibawanya.
Janganlah menjadi manusia pengecut yang hanya berani berucap.

Dan pandanglah semua itu ke depan, pandanglah masa depan kita.

Karena sejatinya; 
Kita di lahirkan dengan 2 mata, 2 telinga (karna),
tapi kita cuma di beri 1 buah mulut,

Itu artinya kita harusnya lebih banyak mendengar & melihat daripada berbicara.

Dan dikatakan ber-hati²lah dengan apa yang kita ucapkan,
karena ucapan yang menyakitkan sulit di tarik kembali.
Bicara yang perlu, tapi lihat & dengarlah se-banyak²nya, supaya kita tidak menyakiti perasaan orang lain.

 Maka dari itu disebutkan;

Lebih baik menjaga mulut agar tetap tertutup dan biarkan orang lain menganggap anda bodoh, 
Dari pada membuka mulut, namun mengumbar keburukan dari orang lain sehingga membuat hati orang lain menjadi tersakiti, karena mulut yang tidak terkendali. 

Mari mulai sekarang introfeksi diri dan mulat sarira, dan mari mulai menjaga mulut kita sendiri, agar terhindar dari omongan yang tak terpuji.

Dan agar kesucian itu tetap terjaga dalam salah satu mantram penyuciannya dapat diucapkan;
Om Ang waktra parisuddmàm swàha, 
atau lebih pendek: 
Om waktra suddhaya namah, 
Artinya: Ya, Tuhan sucikanlah mulut hamba.
***