Tahukah Anda ? *) Pencarian data

Jogor Manik

Jogor Manik (Sang Jogormanik) adalah Bhatara/Dewa dalam prabawaNya untuk mengadili atma, yang disebutkan Sang Jogormanik
berstana di Tegal Penangsaran sebagai bagian dari Tri Mandala Pura Besakih.

Bila Atma mencapai Neraka, maka nerakanya berupa asap dan disambut oleh Jogormanik (Ida Bathara Jogor Manik) serta para wil sebagaimana disebutkan dalam sorga dan neraka dalam upacara ngaben.

Dalam kutipan perjalanan spritual Bhima, yang memberi pengalaman bathin tentang pelaksanaan bagi para atma setelah lepas ke alam niskala, sesuai karma perbuatan yang dilakukan saat menghuni raga manusia di mayapada dalam cerita rakyat Bali, "Bhima Swarga", disebutkan pula bahwa
Sang Jogor Manik sedang berhadapan dengan atma aniti krama, atma yang semasa hidupnya sangat tidak ramah tamah dan selalu  membanding - bandingkan tamu yang datang kepadanya.

Begitu pula dalam kelahiran manusia disebutkan pula bahwa Sang Jogormanik sebagai salah satu saudara yang menemani manusia di dunia kira-kira selama empat tahun setelah manusia dilahirkan.

Sebagaimana juga disebutkan dalam sumber kutipan Puri Agung Dharma Giri Utama - Ida Bhatara Jogor Manik - Pengabih Dalem,
Ida Bhatara Jogor Manik bertugas untuk mencatat kapan waktu kematian seseorang di muka bumi ini.

Jogor Manik bisa melihat siapa dan dimana manusia itu berada serta apa yang dilakukannya. Dalam melaksanakan tatanan kewenangannya, Ida mempunyai empat pengawal yang akan bertugas menjemput dan mengantar roh-roh manusia. 
Karena Jogor Manik mengetahui karma wasana, perbuatan-perbuatan manusia semasa hidup di bumi dan apabila waktu hidup dulu pernah membuat kejahatan melebihi kejamnya para bebutan-bebutan yang dikuasai oleh Ida Bhatara Ratu Gede Mas Mecaling maka roh manusia tersebut dari pura Dalem Puri langsung di antar ke pura Dalem Kerangkeng untuk menjalani sebuah hukuman tergantung dari berapa besar karma buruk (asubha karma) yang diperbuat semasa hidupnya. 

Kalau roh manusia sudah sampai masuk ke dalam pura Dalem Kerangkeng maka manusia tersebut akan sulit untuk bereinkarnasi (samsara) atau lahir kembali ke dunia.
***