Aja Were

Ngajum Sekah

Ngajum Sekah adalah membuat simbol Panca Tan Matra dalam bentuk puspa lingga sarira sebagai rangkaian upacara Nyekah setelah dilakukan ngangget don bingin yang bertujuan untuk membuat Lingga Sarira, kembaran identik dari badan fisik kita dengan membuat simbol Panca Tan Matra yang disebut dalam upacara yadnya, catatan bytescode sebagai Puspa Lingga.

Upacaranya dilakukan sebagaimana disebutkan dalam kutipan makna upacara mamukur & mapandes dalam artikel blog Pinandita Sanggraha Nusantara,
Ngajum ini dilakukan setelah daun beringin tiba di tempat upacāra, maka untuk masing-masing perwujudan roh/atman, dipilih sebanyak 108 lembar, ditusuk dan dirangkai sedemikian rupa kemudian disebut sekah. 

Jumlah Sekah sebanyak atman yang akan diupacārakan, di samping jumlah tersebut, dibuat juga untuk Lingga Sarira atau Sanggenya. 

Setelah Sekah dihiasi seperti tubuh manusia dengan busana selengkapnya (berwarna putih), dilakukan upacāra Ngajum, yakni
mensthanakan roh pada sekah tersebut, sekaligus ditempatkan di panggung upacāra yang disebut Payajñan (tempat upacāra Yajña yang khusus untuk hal itu, terbuat dari batang pinang yang sudah dihaluskan).
***