Linga Sarira

Linga "Lingga" Sarira; Annamaya Kosha adalah lapisan sarira badan manusia secara fisik yang lebih halus, dan merupakan kembaran identik dari badan fisik kita yang kasat mata.

Badan halus ini tidak dapat dilihat dengan indriya biasa, sebab ada di dimensi alam (loka) yang lebih halus. 
Namun lapisan badan ini dapat terpisah dari sthula sarira pada saat kita mati, akan tetapi tidak dapat dipisahkan sangat jauh.
Saat kematian datang, lapisan badan ini selalu berada di dekat mayat atau di tempat yang tidak jauh dari mayat. 

WUJUD : Wujudnya sangat identik dengan badan fisik kita sendiri. Kalau ada diantara kita ada yang punya bakat khusus atau kemampuan untuk melihat ke dimensi alam (loka) yang lebih halus, kita bisa melihat Linga Sarira ini sebagai "hantu" dari orang yang sudah meninggal. Sebenarnya yang dilihat adalah linga sarira dari orang yang sudah meninggal. Umumnya linga sarira atau "hantu tanda kutip" ini diselimuti warna agak keungu-unguan. 

PRALINA : Secara umum linga sarira akan perlahan-lahan terurai secara bersamaan dengan terurainya sthula sarira (badan fisik) kita. Inilah satu-satunya alasan mengapa Hindu mengajarkan kita melakukan kremasi atau ngaben (pembakaran mayat) saat ada yang meninggal. 

Dengan pembakaran sthula sarira (badan fisik), akan menyebabkan sthula sarira (badan fisik) secepatnya terurai kembali menjadi lima elemen dasar materi (panca maha bhuta) yang membentuknya. 
Terurainya sthula sarira (badan fisik) berarti terurai pula linga sarira, sehingga yang meninggal itu terbantu untuk bisa segera melanjutkan perjalanan memasuki dimensi alam (loka) berikutnya dan tidak perlu lama-lama bergentayangan menjadi "hantu tanda kutip". 

Penjelasan di atas adalah untuk yang secara umum, ada dua kasus lainnya tentang linga sarira. 
  1. Pertama bagi orang yang sudah maju secara spiritual (bathinnya bersih, menyambut kematian dengan damai dan keikhlasan sempurna), begitu kematian menjemput dia langsung pergi ke alam-alam luhur dan linga sarira-nya langsung terurai tanpa perlu menunggu sthula sarira (badan fisik)-nya terurai.
  2. Kedua sebaliknya, orang yang lumpur kekotoran bathinnya pekat atau orang yang keterikatan duniawi-nya begitu kuat (sehingga dia tidak rela meninggalkan dunia ini), dia bisa lama bergentayangan dengan linga sarira-nya walaupun sthula sarira (badan fisik)-nya sudah terurai. 
DIHALUSKAN DENGAN Yoga : Yoga Asana atau Hatha Yoga.
***