Sruti

Sruti disebut sebagai weda sebenarnya (originair) yang diwahyukan sesuai periodesasinya dalam beberapa kelompok atau himpunan.

Dimana Sabda disebutkan diwahyukan melalui para Resi. Karena Resi adalah orang-orang yang telah “mendengar”, pengetahuan tadi lalu sering disebut dengan “sruti”. 
Apa yang didengar sebagai wahyu Tuhan biasanya lalu dijadikan teks-teks kuno seperti keberadaan lontar, yang adakalanya disebut dengan mantra-mantra yang sangat dipentingkan dalam melakukan meditasi; juga sering dikatakan sebagai “kemampuan menyelamatkan akal pikiran”.
Paroksa Mantra, termasuk jenis Mantra yang tidak mungkin dapat dipahami oleh siapa saja kalau tidak disabdakan oleh Tuhan dimana dalam buku nganteb juga disebutkan diucapkan sebagai berikut :

*Mantra ( Sruti )*
Ong Dirghayar bala werdi sakti karanam, Mertiyunjaya saswatam, Rogadiksaya kustadusta Kalusam candra praba Bhaswaram.
Swetambo rwakarmika parigatam,Dewa surah pujitam, Mrtyukroda bala maha kerthamam, Karpuraranu prabham.
Twam wandeya waradaya bhakti saranam. Prapyam maka prasthume, Shanta sarwa gatam nirantam bhawam, Bhutatma nirghunam Sraddha bhakti krta wimuktah, Karanam wyaptam, jagat Dharanam Molih bandha kirita kundala dharan, Cetaniyan dustha ksayam, 
Om, Jagatnatha Dewa yenamah. Om, Surya candra yenamah. Om, Ang, Ung, Mang, Saraswati Mertha yenamah swaha”.
***
Selanjutnya, melalui beberapa tahapan dalam kronologi turunnya wahyu Tuhan disebutkan bahwa :
  • Pertama-tama, Brahman (Tuhan, sang Hyang Widhi Wasa) menyampaikan kepada Dewa Brahma
    • Brahma menghadirkan berbagai weda dan 
    • Dewi Saraswati mengadirkan arti, makna dan semangat weda-weda ini kepada para Rsi
  • Para Rsi (Resi) yang karena kesucian pikirannya dapat menerima wahyu tersebut.
    • Sebagai Satya RsiMaha Rsi Manu membagi ke dalam dua kelompok besar Weda yaitu :
      • Weda Sruti, sabda atau Wahyu Tuhan secara langsung.
      • Weda Smerti, yang disusun kembali berdasarkan ingatan atau tafsiran.
  • Ketika para manu pada jaman satya yuga disebutkan mengajarkan dharma sastra pertama kepada umat manusia dimana disebutkan bahwa keberadaan Tuhan Yang Maha Ada dan Maha Kuasa yang berpusat pada tingkatan alam Satya Loka yang selalu mengasihi dan membimbing umatnya.
    • Dimana para maha sapta rsi, termasuk golongan wipra sebagai Nabi pènerima wahyu yang pertama;
    • Untuk selanjutnya diteruskan kepada seluruh umat manusia.
***