Aja Were

Kebebasan Dalam Ajaran Hindu

Menurut Hindu Dharma di era globalisasi ini, sebuah kebebasan juga diperlukan dalam menjalankan ajaran agama dan tidak ada pengekangan yang tidak semestinya terhadap kemerdekaan dari kemampuan berpikir, kemerdekaan dari pemikiran, perasaan dan pemikiran manusia.
Karena pada dasarnya ajaran agama bertujuan untuk dapat memiliki adanya keyakinan akan adanya eksistensi Tuhan Yang Maha Esa agar dapat memperkuat jati diri dan kepercayaan diri.
Seperti halnya, sebuah kebebasan dalam RitualAgamaHindu berkaitan dengan falsafah mutiara weda disebutkan yaitu :

Kebebasan Individu adalah bebas dari rintangan (klesa) yaitu :
  • Bebas dari Kebodohan (avidya); 
  • Bebas dari Keakuan (asmita); 
  • Bebas dari Keterikatan (raga); 
  • Bebas dari Kemurkaan (dvesa); 
  • Bebas dari Ketakutan terhadap kematian (abhinivesa).
Kebebasan Dalam Melaksanakan Pemujaan:
  • Pemujaan (meditasi) konkrit (saguna upasana atau bhaktiyoga yaitu yoga ketaatan.) meditasi dengan simbol (pratika) seperti sesaji, patung/arca, saligrama, gambar (Rama, Krsna, Dewi Gayatri);
  • Pemujaan (meditasi) abstrak (nirguna upasana atau jnana yoga yaitu yoga pengetahuan) adalah meditasi tanpa kelengkapan seperti langit biru, ether, sinar matahari;
  • Memuja Ista Dewata seperti Wisnu, Siwa atau lainnya,namun semuanya memuliakan Iswara (Tuhan).
Kebebasan Dalam Melaksanakan Pekerjaan:
  • Pekerjaan yang dilakukan sebagai kurban suci untuk Tuhan, kalau tidak, pekerjaan mengakibatkan ikatan di dunia ini.
  • Tidak terikat akan hasil pekerjaan,selalu bersyukur seberapapun yang diperoleh;
  • Pekerjaan yang dilakukan sebagai suatu pengabdian kepada Tuhan dan menjadi seorang dermawan.
Berkaitan dengan kebahagiaan di dunia ini dan akhirat pada nantinya yang kekal abadi
  • Kebebasan (Moksa) Dalam Hidup (Jiwanmukti)
    • Mengetahui Tuhan berarti mengetahui segala jenis pengetahuan dan dunia ini.
    • Setelah mengetahui Tuhan, manusia akan menjadi jivan mukta atau tidak berpengaruh terhadap duka sebesar apapun, karena yang dirasakan hanyalah kebahagiaan sempurna (suka tanpawali duka).
  • Kebebasan (Moksa) Tidak Menjelma Kembali
    • Merupakan tujuan hidup terakhir yaitu untuk mencapai kebahagiaan abadi dalam penunggalan dengan Tuhan melalui catur karma yoga atau empat jalan yaitu karma yoga, bhakti yoga, jnana yoga, dan dhyàna yoga atau raja yoga, sesuai kemauan, kemampuan dan keyakinan seseorang.
***
Dan jika sesuatu hal yang telah menjadi KEYAKINAN maka potensi diri secara otomatis tergerak untuk merealisasikan apa yang diyakini.
Demikian juga jika sugesti mampu menjangkau pikiran bawah sadar maka keyakinan akan resource di dalam dirinya akan mempertahankan keyakinan tersebut dan untuk terus mengejarnya.
***