Upacara Ngekeb

Upacara Ngekeb adalah prosesi ritual sebagai upaya pengendalian diri yang dilaksanakan dalam kamar atau gedong rumah sebagai tujuan :
  • Untuk menemukan hakekat manusia sejati yang terlepas dari belenggu kegelapan bathin yang dalam upacara metatah disebutkan sebagai simbolis yang dilakukan pada orang yang sudah menginjak dewasa; 
  • Dimana dalam upacara Pawiwahan disebutkan agar nantinya calon pengantin dapat memberikan keturunan yang baik.
Pada hakekatnya tujuan ideal dari setiap perkawinan bertujuan untuk mendapatkan anak yang suputra sebagai dambaan setiap keluarga sehingga upacara ngekeb ini dilaksanakan sebagai rangkaian upacara pawiwahan disebutkan untuk dapat mempersiapkan calon pengantin wanita dari kehidupan remaja menjadi seorang istri yang nantinya sebagai pengikat kasih dalam rumah tangga yang dalam tata cara perkawinan Hindu (Etnis Bali) disebutkan dilandasi kitab suci Weda dan mengikuti tata cara adat yang telah berlaku secara turun temurun.
Dengan memohon doa restu kepada, Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa agar bersedia menurunkan kebahagiaan kepada pasangan ini serta nantinya mereka diberikan anugerah berupa keturunan yang baik.
Setelah itu pada sore harinya, seluruh tubuh calon pengantin wanita diberi luluran yang terbuat dari daun merak, kunyit, bunga kenanga, dan beras yang telah dihaluskan. 
Dipekarangan rumah juga disediakan wadah berisi air bunga untuk keperluan mandi calon pengantin. Selain itu air merang pun tersedia untuk keramas.
Sesudah acara mandi dan keramas selesai, pernikahan adat Bali akan dilanjutkan dengan upacara di dalam kamar pengantin. 

Sebelumnya dalam kamar itu telah disediakan sesajen. Setelah masuk dalam kamar biasanya calon pengantin wanita tidak diperbolehkan lagi keluar dari kamar sampai calon suaminya datang menjemput. 
Pada saat acara penjemputan dilakukan, pengantin wanita seluruh tubuhnya mulai dari ujung kaki sampai kepalanya akan ditutupi dengan selembar kain kuning tipis. 
Hal ini sebagai perlambang bahwa pengantin wanita telah bersedia mengubur masa lalunya sebagai remaja dan kini telah siap menjalani kehidupan baru bersama pasangan hidupnya.
Tempat upacara ngekeb ini disebutkan dalam upacara metatah bertempat di meten atau gedong rumah yang dalam eksestensi upacara mepandes disebutkan mengandung makna pelaksanaan brata, yakni 
janji untuk mengendalikan diri dari berbagai dorongan dan godaan nafsu, terutama dorongan yang bersifat negatif.
***