Dharma Sasana Balian

Dharma Sasana Balian adalah kode etik seorang balian dimana disebutkan dalam kementrian kesehatan republik Indonesia dalam pengobatan tradisional Bali yaitu :
  1. Semua rahasia dari orang yang sakit harus disimpan, tidak boleh disebarluaskan atau dibicarakan dengan orang lain.
  2. Hidup para balian harus suci dan bersih, terlepas dari sifat loba, sombong dan asusila. Didalam lontar tutur bhagawan çiwa sempurna ditegaskan bahwa, 
    • seorang balian tidak boleh berlaku sombong, harus bertingkah laku yang baik sesuai dengan dharma, serta semua nafsu hendaknya ditahan didalam hati.
  3. Seorang balian tidak boleh was-was, ragu-ragu, apalagi malu-malu dalam hati harus teguh dan mantap serta penuh keyakinan pada apa yang dikerjakan. 
    • Tidak goyah terhadap segala hambatan, rintangan, gangguan, dan godaan yang datang dari dalam diri sendiri, yang mengakibatkan gagalnya usaha yang sedang ditempuh. 
    • Tidak akan mundur sebelum berhasil mendapatkan apa yang sedang dihayati, apa yang diinginkan yaitu kesembuhan dari orang yang sakit.
  4. Seorang balian tidak boleh pamrih. Semua pengobatan berlangsung dengan tulus ikhlas tanpa pamrih. Sebab semua balian yang benar-benar balian di Bali tahu akan akibat dari kelobaan akan sesantun dan materi lainnya. Para balian harus tahu akan hak dan kewajibannya, rendah hati tidak sombong, membatasi diri terhadap apa yang dapat dilakukannya, menghormati kehidupan manusia, 
    • Karena didalam raga sarira atau tubuh manusia, bersemayam Sang Hyang Atma, Sang Hyang Bayu Pramana karena beliu dapat mengutuk balian yang melanggar dharma sesana.
    • Dan bila terkutuk kesaktian atau kesidiannya dalam hal mengobati orang sakit dapat menurun dan luntur. 
    • Dan yang lebih parah lagi ia akan menerima kutuk dari Sang Hyang Budha Kecapi (yang dalam lontar pengobatan tradisional Bali disebutkan memuat soal - soal therapi, menentukan jenis penyakit dan soal - soal obat yaitu obat apa yang cocok untuk suatu penyakit) sehingga hidupnya akan menderita, termasuk anak cucunya. 
      • Ketahuilah adanya tata cara menjadi balian jangan disalah artikan atau disalahgunakan, memang sangat berbahaya menjadi balian. 
    • Barang siapa berkehendak menjadi balian sakti mawisesa, tidak dikalahkan oleh kesaktian mantra dapat menjalankan semua pengobatan, dapat mengobati segala penyakit dan tenung. 
    • Maka, hendaklah selalu astiti bhakti ring Ida Batara Tiga, khususnya ring Ida Batara kahyangan Tiga (Dalem, Desa dan Puseh). 
      • Sebagai jalan untuk memohon kesaktiannya, Ida I Ratu Nyoman Sakti Pengadangan, yang merupakan pepatih bersama saudara-saudaranya yang lain. Ida I ratu Nyoman sakti Pengadangan adalah dewan balian sejagat, wajib dibuat pelinggih penyawangan biasa dalam bentuk kamar suci, dibuatkan daksina linggih, ditempatkan pada pelangkiran untuk mensthanakanNya.
***