Aja Were

Tenung

Kata Tenung bisa saja berarti ketepatan ramalan atau istilah dari ilmu kawisesan.
Barang siapa berkehendak menjadi balian sakti mawisesa, tidak dikalahkan oleh kesaktian mantra dapat menjalankan semua pengobatan, dapat mengobati segala penyakit dan tenung. Maka, disebutkan : 
    • Hendaklah disebutkan selalu astiti bhakti ring Ida Batara Tiga, khususnya ring Ida Batara kahyangan Tiga (Dalem, Desa dan Puseh).
    • Sebagai penolak bala, atribut Ganesa sebagai dewa tenung dengan sikap duduk di atas padma, dipahat bertangan 4 (empat), yaitu tangan kanan depan memegang patahan taring (danta), tangan kiri depan memegang mangkok, dua tangan di belakang memegang tasbih (aksamala) dan pustaka (lontar).
  • Dalam Pustaka Lontar Wariga, berdasarkan ketetapan kepala pangunyan sasih maka akan dapat diketahui bagaimana ramalan-ramalan tenung tersebut pada tahun yang hendak dicari.
  • Dan metenung juga berarti sebuah tradisi meramal bagi sang bayi.
Di Bali, kata tenung jika mendapat awalan me jadi metenung yaitu sebuah tradisi metenung yang sebagaimana disebutkan Pasraman Hindu Online berarti meramal kelahiran seorang bayi seperti halnya tradisi meluasang.

Kata metuun berarti menurunkan, nah timbul pertanyaan siapa yang di turunkan ??
Tentu sesuai yang di inginkan oleh yang metuun entah itu leluhur yang sudah meninggal atau yang baru lahir.
Kata graganin berasal dari raga yg bermakna roh yang menjiwai badan kasar manusia.
Dapat di simpulkan tradisi metenung/metuun/graganin adalah bertujuan untuk mengetahui roh/atma yang bereinkarnasi ke dunia karena Hindu meyakini ada punarbawa atau kelahiran yg berulang ulang.
Ini juga bertujuan meminta petunjuk tentang upacara tetagihan (permintaan) sang reinkarnasi agar tdk salah dlm pelaksanaan upacara demi keselamatan dan kesehatan sang bayi di dunia dan juga kadang kadang ada permintaan nama dari roh/atman yang terlahir.
Oleh karena amat penting tradisi ini maka masih sangat lestari di masyarakat Hindu Bali
Walaupun jaman sudah sangat berubah tapi tradisi ini masih tetap berjalan.
***