Balian

Balian adalah seorang yang suci baik dalam hal : Dalam salah satu dharma sasana balian disebutkan bahwa :
Barang siapa berkehendak menjadi balian sakti mawisesa, tidak dikalahkan oleh kesaktian mantra dapat menjalankan semua pengobatan, dapat mengobati segala penyakit dan tenung. 
    Maka, hendaklah selalu astiti bhakti ring Ida Batara Tiga, khususnya ring Ida Batara kahyangan Tiga (Dalem, Desa dan Puseh).
Kemampuan spiritual dan pengobatan seorang balian juga disebutkan diperoleh dengan berbagai cara yaitu :
  • Jenis balian berdasarkan pengetahuan yang diperoleh :
    • Balian katakson adalah balian yang mendapat keahlian melalui taksu.
    • Balian kapican adalah orang yang mendapat benda bertuah yang dapat dipergunakan untuk menyembuhkan orang sakit. Benda bertuah ini disebut pica. Dengan mempergunakan pica yang didapatkan balian tersebut mampu menyembuhkan penyakit.
    • Balian usada adalah seseorang dengan sadar belajar tentang ilmu pengobatan, baik melalui guru waktra, belajar pada balian, maupun belajar sendiri melalui lontar usada.
    • Balian campuran adalah balian tatakson maupun balian pica yang mempelajari usada.
  • Jenis balian berdasarkan tujuannya :
    • Balian panengen (baik)
    • Balian Pangiwa (jahat)
  • Jenis balian berdasarkan profesi :
    • Lung (patah tulang)
    • Manak (beranak)
    • Apun (lulur)
    • Wuut (urut)
    • Kacekel (pijat)

Sebagai tambahan,
  • Dalam meluasang untuk meminta petunjuk kepada para leluhur dll disebutkan menggunakan balian pedehan yang dapat dipercaya dan suci.
  • Ilmu Balian dalam Lontar Tutur Angkus Prana disebutkan berisikan ilmu yang memiliki manfaat / kegunaan yang luar biasa untuk mendapatkan cinta wanita dan kesidian menjadi seorang balian sakti.
  • Dan penggunaan saput poleng yang biasanya dikenakan oleh seorang balian, disebutkan pula merupakan simbol kesucian sebagai bentuk penyelarasan antara dharma dan adharma.
  • Simbol tapak dara itu juga digunakan dalam pengobatan tradisional. Tanda tapak dara dari kapur sirih sering digoreskan oleh balian pada bagian tubuh yang dirasakan sakit dalam pengobatan sebagai salah satu sarana pengobatan tradisional.
  • Dan untuk menetralisir kekuatan negatif, Banaspatiraja disebutkan berperan sebagai dewanya para balian.

***