Tahukah Anda ?

Mpu Sangkulputih

Mpu Sangkulputih (Sangkul Putih) adalah seorang sulinggih yang bertanggung jawab di Pura Besakih dan tempat suci lainnya yang telah didirikan oleh Danghyang Markandeya.

Setelah Danghyang Markandeya moksa, Mpu Sangkulputih meneruskan dan melengkapi ritual bebali antara lain dengan membuat variasi dan dekorasi yang menarik untuk berbagai jenis yadnya (banten) dengan menambahkan unsur-unsur tetumbuhan lainnya seperti:
  • daun sirih, 
  • daun pisang
  • daun janur, 
  • buah-buahan: raka woh-wohan, "sarwa pala wija"
    • pisang, 
    • kelapa, dan 
    • biji-bijian: 
      • beras, 
      • injin, 
      • kacang komak. 
Bentuk tetandingan banten yang diciptakan antara lain :
  1. Canang sari
  2. Canang tubugan, 
  3. Canang raka
  4. Daksina
  5. Peras
  6. Panyeneng
  7. Tehenan, 
  8. Segehan
  9. Lis, 
  10. Nasi panca warna, 
  11. Prayascita
  12. Durmenggala
  13. Pungu-pungu, 
  14. Beakala
  15. Ulap ngambe, dll. 
Tetandingan Banten dibuat menarik dan indah untuk menggugah rasa bhakti kepada Hyang Widhi agar timbul getaran-getaran spiritual.
Di samping itu beliau mendidik para pengikutnya menjadi sulinggih dengan gelar Dukuh, Prawayah, dan Kabayan. Beliau juga pelopor pembuatan arca/pralingga dan patung-patung Dewa yang dibuat dari bahan batu, kayu, atau logam sebagai alat konsentrasi dalam pemujaan Hyang Widhi.
Tak kurang pentingnya, beliau mengenalkan tata cara pelaksanan peringatan hari Piodalan di Pura Besakih dan pura-pura lainnya, ritual hari-hari raya :

Ditambahkan oleh Bhagawan Dwija, Sang Kulputih juga menjadi nama gelar Pemangku Agung di Besakih, karena dalam babad ada banyak nama Sang Kulputih misalnya :
  • Mpu Sweta Wijaya bergelar Sang Kuldewa, 
  • anak-anak lelakinya bernama 
    • Mangku Sang Kulputih, 
    • Sang Kulputih, dan 
    • Wira Sang Kulputih (yang sebelumnya bernama Dukuh Sorga). 
Mengingat ketiga Sang Kulputih ini hidup pada generasi ke 3 setelah Panca Tirta, maka bisa diduga bahwa Ida Manik Angkeran dari generasi ke-4 Panca Tirta menggantikan generasi ke 3 dengan gelar Sang Kulputih juga. Ketika walaka Ida Manik Angkeran mengawini putri Dukuh Belatung.
***