Tahukah Anda ? Yasa kerti lan bhakti... memargi antuk manah suci.

Bentuk dan jenis petulangan dalam upacara ngaben

Ada banyak pendapat dari berbagai sumber dan informan mengenai bentuk dan jenis petulangan dalam upacara ngaben, yaitu :
Menurut lontar Yama Tatwa milik Pedanda Gede Manuaba, dari Griya Anyar Padang Tegal Ubud, Gianyar menyebutkan petulangan berbentuk: naga, lembu , singa, macan dan tabla. Sedangkan lontar Awig-awig Yama Purana Tatwa tertulis petulangan berbentuk: gedarba, macan, gajah mina, menjangan, lembu dan singa. 
Menurut A.A. Ketut Anggara (alm) dari Banjar Belong Denpasar menjelaskan petulangan berbentuk: lembu hitam, lembu putih, singa, gajah mina, naga kaang. Menurut Ida Bagus Candra (alm) dari Kesiman menjelaskan petulangan berbentuk: lembu, macan, singa, singa kaang, naga kaang, gedarba, gajah mina dan sudang-sudangan. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa jenis, warna atau bentuk-bentuk petulangan sebagai berikut.
  1. Petulangan lembu warna putih, dan lembu hitam idealnya binatang lembu dipakai oleh orang yang dipandang suci seperti para pendeta, para pemangku (lembu, putih) dan lembu hitam oleh kesatria dan brahmana welaka.
  2. Bentuk petulangan singa, 
    • bentuknya idealis singa, (yang disebut Singa Ambara Raja)
    • warnanya merah tua bersayap. 
    • Umumnya dipakai oleh raja-raja dan warga pasek.
  3. Petulangan bentuk naga kaang, ialah bentuk idealis naga dikombinasikan dengan ikan, berkepala naga dan badan bersisik ikan dan bersayap. Kaki sebagai kaki lembu dan bersisik pada bagian belakang kaki, dipakai oleh para arya sentong, sekte wisnu.
  4. Bentuk petulangan gedarba idealnya binatang beruang, berwarna hitam. Kaki bertanduk (tegil), dipakai oleh kula wangsa (orang kebanyakan).
  5. Bentuk petulangan gajah mina idealnya kombinasi dari binatang gajah dan ikan berupa binatang purba sejenis ikan berkepala gajah, dipakai oleh golongan wesia.
  6. Bentuk petulangan singa kaang, berbentuk singa, kaki bagian belakang bertanduk dan bersisik seperti sisik ikan dipakai oleh pasek bali aga dan pasek pulasari.
  7. Bentuk petulangan menjangan, idealnya binatang menjangan bertanduk bercabang-cabang, dipakai oleh sang arya
  8. Bentuk petulangan macan (harimau), idealnya binatang harimau, warna merah dan kulit belang, dipakai oleh pasek pulosari, pande (keturunan dari seorang Maha Mpu Brahma Raja Wisesa;"babad pande").
  9. Bentuk petulangan sudang-sudangan, berbentuk seperti ikan dan kulit bersisik, dipakai oleh para nelayan di daerah tepi pantai.
  10. Bentuk petulangan tabla, berbentuk peti biasa, berkaki empat sebagai penyangga. Warnanya putih simbul kesucian, dipakai oleh mereka yang dipandang suci.
Demikian disebutkan dalam sumber kutipan : Bentuk - bentuk petulangan dalam upacara ngaben ditinjau dari sudut kesenirupaan di Bali 
 ***