Tahukah Anda ? Yasa kerti lan bhakti... memargi antuk manah suci.

Padma Anglayang

Langit2 Bale Pepelik
Pura Kawitan Bendesa Pemada
Padma Anglayang yang juga disebut dengan pengider-ngider (arah mata angin) yang setiap arahnya mempunyai urip / neptu tertentu yang berkaitan dengan cerita kehidupan Wewaran yang berperang melawan para kala/waktu semuanya yang pada akhirnya dihidupkan kembali oleh Hyang Taya, itulah sebabnya semua wewaran mempunyai urip/neptu, sebagaimana dijelaskan dalam artikel dharmavada, mitologi wewaran, sehingga sehubungan dengan terciptanya alam semesta yang keadaannya;
  • Sudah stabil, 
  • Sempurna dan 
  • Sejahtera 
yang artinya masing-masing dari benda-benda alam (Brahmanda) telah berdiri sendiri-sendiri disebut dengan Swastika sebagai lambang suci agama Hindu yang Lambat laun dari Swastika itulah berkembang menjadi lukisan Padma Anglayang, artinya tunjung terbang melayang-layang di awang-awang mengitari matahari (Suryasewana). 

Padma Anglayang yang jumlah daunnya delapan menjadi 8 (delapan) arah dari alam semesta ini, yaitu :
  1. Purwa (Timur).
  2. Gneya (Tenggara).
  3. Daksina (Selatan).
  4. Nairiti (Barat Daya).
  5. Pascima (Barat).
  6. Wayabya (Barat Laut).
  7. Uttara (Utara).
  8. Airsanya (Timur Laut).
Kedelapan penjuru mata angin dalam pengider - ider Dewata Nawa Sanga dengan keberadaan Siwa ditengah - tengahnya dalam Loka Pala sehingga menjadikan alam semesta ini stabil.

Kestabilan alam semesta ini dalam kepemimpinan Sang Hyang Widhi dalam loka pala tersebut dengan delapan sifat asta dala keagunganNYA sebagai simbol bunga dan daun dari Swastika yang dapat memberikan rasa nyaman dalam konsep 4 pura di Bali yaitu Catur Loka Pala sebagai pelindung dan menjaga rasa aman dan nyaman (raksanam).

Padma Anglayang ini juga disebutkan dalam fungsi dan jenis padmasana yaitu berupa pelinggih Padma Anglayang yang bertingkat tujuh dengan dasar bhedawangnala yang di puncaknya ada tiga ruang (rong telu) sebagai niyasa stana Sanghyang Siwa Raditya atau Sanghyang Tripurusa dan juga sebagai niyasa stana Trimurti yaitu manifestasi Ida Sang Hyang Widhi.
***