Kerangka Dasar Agama Hindu

Kerangka dasar Agama Hindu yang di Bali berdasarkan ajaran Siwa Siddhanta disebutkan terdiri dari tiga kerangka utama yaitu :
  1. Tattwa, ajaran ketuhanan yang diyakini kebenarannya dalam beragama.
  2. Tata Susila, berkaitan dengan tata nilai dalam masyarakat
  3. Upacara keagamaan; 
  4. Dimana doa dan ritus (Yajna) disebutkan dalam Atharwa Weda XXI.1.1 yang menegakkan bumi ini.
Walaupun terbagi-bagi tapi dalam kenyataanya, 3 kerangka dasar ajaran Hindu itu dalam kumpulan artikel Hindu untuk Nusantara ini disebutkan menjadi satu, dan tidak berdiri sendiri - sendiri namun menjadi suatu kesatuan yang harus dimiliki dan patut dilaksanakan.
Jika Tattwa ataupun filsafat agama saja diketahui tanpa melaksanakan ajaran susila dan upacara, belumlah sempurna. 
Demikian juga jika hanya melaksanakan upacara saja tanpa dasar filsafat dan etika, percuma pulalah upacara itu bagaimanapun besarnya.
Jadi ketiga kerangka dasar tersebut tidak dapat dipisahkan seperti halnya kepala, hati, dan kaki yang tidak dapat dipisahkan untuk membentuk manusia sempurna. 
Dimana terwujudnya kesempurnaan dengan cinta kasih, tulus iklas dan selalu berbhakti yang dalam Tri Parartha juga berarti tiga perihal yang dapat menyebabkan tercapainya kesempurnaan, kebahagian, keselamatan, kesejahtraan, keagungan dan kesukaan hidup umat manusia.
***