Banaspati

Hyang / Sang Banaspati ("Penghuni Sungai, Batu Besar"; Catur Sanak) yang sering digambarkan sebagai dewa yang seram dan mengerikan, Banaspati sesungguhnya adalah gelar Hyang Siwa ("Tuhan, dalam wujud Hyang Siwa"; Bait Tri Sandhya), yang mengendalikan kehidupan dan menemani saat kelahiran manusia sebagaimana disebutkan dalam mitologi kandapat rare dan lontar agastia prana,
  • Banaspati dalam kehamilan 6 bulan terbentuklah sebagai Babu Ugian.
  • Babu Ugian sebagai darah yang menemani kelahiran sang bayi.
  • Dan ketika lahir, darah tersebut berganti nama menjadi I Mekahir (Sang Hyang Kala).
  • Kira-kira selama empat tahun kemudian, Sang Hyang Kala ke barat menjadi Sang Hyang Banaspati.
  • Berkat tapanya yang teguh Sang Banaspati menjadi Sang Dorakala, 
  • Yang dalam Kanda Pat Rare, saatnya nanti Sang Dorakala menjemput dan mengadili kita setelah mati.
Beliau juga yang menentukan nasib hidup dan kehidupan semua ciptaannya yaitu sarwa bhutesiu, bilamana beliau dalam menjalankan tugas dan fungsinya maka beliau sebagai sosok yang tegas, seram, berlaku cepat, adil dan penentu segalanya. 
Selain sebagai Sang Dorakala, dalam hal tugas untuk memberikan keadilan, maka Banaspati bergelar Hyang Yama, memiliki tugas mulia sebagai penegak keadilan. 
Dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh para tenaga andal (rencang) yakni Yama Bala yang bertugas untuk menjemput dan memberikan tempat yang pas bagi para atma yang ingin menghadap Hyang Siwa. Demikian disebutkan kutipan salah satu komentar dalam forum diskusi jaringan hindu nusantara.

Juga disebutkan bahwa Barong yang sering dipentaskan di Bali baik dalam pertunjukan calonarang dll merupakan manifestasi dari Hyang Banaspati dalam wujud Barong Ket sebagai simbol kebaikan.
***